KonoSuba Volume 3 - Chapter 2

Part 1


“Nah— Kazuma— di mana Darkness–? Dia belum kembali?”

Di depan perapian di ruang tamu, Aqua yang duduk di sofa yang diklaimnya sebagai tempat duduk privasinya, bertanya dengan tingkah yang bosan selagi memeluk kakinya.

–Telah berlalu beberapa hari semenjak keputusan telah diputuskan. Dalam menepati janjinya, Darkness pergi untuk bertemu tuan tanah…

Tapi setelah berangkat sore kemarin, dia masih belum kembali.

Aku mengingat cara melihat bejatnya yang melihat Darkness, dan merasa sesak di dadaku.

Lagipula, Darkness akan mengikuti instingnya dan berkeinginan saat dia berhadapan dengan pemimpin pasukan raja iblis, ingin untuk ikut pulang bersamanya.

Situasi sekarang seharusnya terjadi karena kegemarannya itu.

Aku tidak suka Darkness yang seperti itu, dan tidak mempunyai perasaan cinta terhadapnya. Jika dia ingin pergi dengan siapapun, aku tidak bisa menghentikannya.
Tapi tinggal semalaman setelah mengatakan dia pergi untuk menepati janjinya, yang berarti dia tinggal di ruangan hotel yang disewa oleh tuan tanah, dan mungkin…

“… Ahhhhhhhhhhhh–!”

“Hya— ada apa? Hey, ada apa denganmu, kenapa kau berteriak dan memeluk kepalamu! Kazuma, kau biasanya sudah aneh, tapi kau bertingkah lebih aneh hari ini!”

Selagi aku teriak dan Aqua yang khawatir.

–Megumin datang ke sisi kami selagi memeluk sesuatu.

Megumin tidak mengatakan apapun kepada kami berdua yang berisik, dan hanya memegang ke sesuatu itu dengan tenang.

–Atau sebenarnya, aku penasaran dengan itu sejak dulu.

“Meow—“

Binatang yang dikenal sebagai kucing… itulah yang dipegang Megumin di lengannya.

Megumin tidak mengatakan apapun, dan hanya menatap ke arah kami.

“… Kau ingin membiarkan dia tinggal di mansion?”

“… Ya. Ini anak baik, dan tidak menyebabkan masalah kepada siapapun… tidak masalah kan?”

Aku tidak tahu di mana kucing biasanya menyembunyikan dirinya, tapi aku lihat itu sesekali di sisi Megumin.

Dia mengizinkan Megumin untuk memeluknya, menyipitkan matanya dengan malas.

“Aku pikir tidak masalah? Aku tidak berpikir seseorang yang tinggal di sini alergi dengan kucing… ohh, ada apa dengan dia, dia baik terhadap orang.”

Aku mengulurkan tanganku ke kucing di lengan Megumin, dan dia menggunakan kakinya untuk bermain dengan jariku.

… Ini adalah dunia yang berbahaya.

Tetap di party yang penuh dengan bocah bermasalah menyebabkan banyak stres.

Mungkin aku membutuhkan hewan peliharan yang akan menyembuhkan tubuh dan jiwaku.

“Sakit! Kenapa kucing ini hanya menyakarku! Ada apa, jadilah bulu hitam atau sikap angkuh itu… aku bisa merasakan api jahat keluar dari tubuh kucing ini!”

Aqua yang lecet geram setelah dilecehkan oleh kucing.

Untuk melindunginya dari binatang liar yang berambut biru, aku mengambil kucing itu dari lengan Megumin.

Aku kembali ke Aqua dan menaruh kucing di atas karpet dengan gerakan cepat, melindunginya.

… Ngomong-ngomong, kita belum menghabiskan ikan yang kita punya setelah sarapan.

“Nah, Megumin. Siapa nama binatang jahat ini?”

“Chomusuke.”

Aku mengambil piring dengan ikan sisa dari meja makan…

“… Siapa nama kucing ini lagi?”

“Itu Chomusuke.”

… Aku memegang ikan sisa dan berjongkok di depan kucing hitam… Chomusuke. Itu pasti berat untukmu mempunyai pemilik yang aneh…

Aku menaruh ikan di depan Chomusuke, tapi dia tidak segera memakannya, dan hanya sedikit mengendusnya.

“Nah, Megumin. Dia kucing betina kan? Aku tidak berpikir namanya itu cocok dengannya.”

“Tidak. Namanya Chomusuke.”

Selagi aku mendengarkan percakapan di belakangku dan melihat ke arah Chomusuke.

–Chomusuke mengeluarkan sedikit api untuk memanggang sedikit ikannya.



… Apa itu?

Aku memeluk kakiku dan duduk di karpet, melihat Chomusuke memakan ikan sisa…

“… Nah, Aqua, kucing ini bisa menyemburkan api.”

Aku secara pelan memberitahu Aqua.

Karena kubis di dunia ini bisa terbang, kucing yang menyemburkan api bukanlah sesuatu yang tidak biasa.

“Perkatan bodoh apa yang kau katakan? Kazuma, kau baik-baik saja?”

“Kucing tidak menyemburkan api. Kucing adalah binatang yang mendengkur dan mengeong.”

“Itu benar. Dan mereka suka memakan ikan dan terlihat imut juga.”

Aku tahu itu.

“Tidak, dia menyemburkan api, memanggang ikannya sebelum memakannnya.”

“… Kazuma, kau pasti lelah.”

“Lagipula kau ditahan di pengadilan, dan banyak hal yang telah terjadi.”

“Itu benar! Aku tidak gila!”

Aku berteriak selagi menunjuk ke arah Chomusuke. Megumin berkata:

”Apapun itu, apa yang barusan kalian debatkan? Jika memang tentang Darkness, dia bukan anak kecil lagi, itu tidak apa bahkan jika dia tidak kembali untuk beberapa hari. Tenanglah.”

Megumin tidak percaya padaku sama sekali.

“… Kau terlalu tenang. Tidakkah kau tahu apa yang tuan tanah lakukan sekarang kepada Darkness? Itu pasti sesuatu yang mengerikan.”

Megumin mengejek kata-kataku.

“Lagipula dia tuan tanah, apa yang bisa seseorang dengan jabatan seperti itu lakukan kepada Darkness… tunggu, aku sedikit mendengar kabar negatif dari tuan tanah ini, tapi Darkness adalah petualang. Aku tidak berpikir dia akan membiarkannya melakukan itu kepada Darkness.”

Si bodoh ini! Dia tidak mengerti Darkness sama sekali!

“Anak kecil sangat naif! Kau banyak menghabiskan waktumu bersama dengan Darkness dan masih belum mengerti si mesum itu? Dia pasti akan mengatakan itu padamu dengan wajah tersipu ‘Ugh! Bahkan jika kau melakukan itu dengan tubuhku, kau tidak akan pernah mendapatkan hatiku! Aku tidak akan menyerah terhadapmu!’”

“!”

Setelah Megumin akhirnya mengerti apa yang terjadi, dia memeluk Chomusuke yang sedang menggigit ikan.

“A-a-apa yang harus kita lakukan! Da-Darkness dalam bahaya! Apa yang harus kita lakukan Kazuma?”

“Dia pergi kemarin dan sudah satu malam sekarang, jadi itu sudah terlambat. Dengar, saat Darkness kembali, kau harus memperlakukannya dengan lembut seperti biasanya.”

“Ba-baik! Karena Darkness telah menjadi dewasa, kita tidak bisa menanyakan apa yang terjadi, bukan?”

“Ahwahah…! Darkness… Darkness, dia…!”

Aqua mengepalkan tinjunya untuk menunjukkan kita bisa mengandalkannya selagi wajah Megumin menjadi pucat tak berdaya.

Jika bukan karena tindakan Darkness, aku sudah dieksekusi. Aku berterimakasih kepada apa yang telah dilakukan Darkness kepadaku dan tidak memiliki alasan untuk komplain, tapi…

… Ah, sialan!

Aku stres karena ini lagi, aku tidak suka Darkness yang seperti itu atau mempunyai perasaan terhadapnya. Meskipun tidak ada perasaan cinta, aku merasakan frutasi untuk alasan yang tidak jelas.

Saat teman wanita menjadi istri orang lain, itu adalah perasaan yang rumit yang kurasakan saat itu. Saat ini—

“Satou Kazuma! Apa Satou Kazuma di sini–!”

Denga teriakan kemarahan, seseorang tiba-tiba mendorong pintu masuk ke mansion.

Seseorang yang mendorong pintu dengan kasar adalah Sena yang terengah-engah. Wajahnya memerah dan bahunya yang berombak.

“Hey hey, apa yang kau lakukan di sini, masih ada waktu sebelum batasnya untukku membuktikan ketidak bersalahanku kan? Maaf, aku tidak punya waktu untukmu, temanku…”

“Kau mengatakan tidak punya waktu untukku? Jangan membohongiku! Jadi kau benar anak buah pasukan raja iblis! Beraninya kau menyebabkan kekacauan ini!”

Itu adalah tuduhan yang salah, tapi melihat tingkah Sena yang sangat membara memberiku perasaan buruk, jadi aku bertanya kepadanya secara hati-hati?

“A-apa yang kau maksud dengan kekacauan ini…?”

“Kodok! Kodok itu yang seharusnya hibernasi keluar dan bergerak ke manapun di luar kota!”

Maksud dia mungkin kodok raksasa yang sama dengan monster di sini. Tapi sesuatu seperti itu tidak ada hubungannya dengan kami…

“Jangan menjebak kami dengan ini. Atau kau menuduh kami mengendalikan monster dan membangunkan kodok? Kalau begitu tunjukkan padaku buktinya!”

Megumin melangkah maju, bersiap untuk bertengkar.

“Menurut laporan dari guild staf, kodok itu tampaknya takut terhadap sesuatu saat mereka muncul dari tanah… ngomong-ngomong soal takut, itu mengingatkanku dengan seseorang yang merapal sihir ledakan tidak jauh dari kota, menteror penduduk kota.”

Aqua dan Megumin berlari ke dalam mansion, tapi aku memegang kerah belakang mereka sebelum mereka bisa kabur.

“Tunggu, biarkan aku menjelaskan, aku hanya melakukan karena Aqua memintaku juga! Aku yang melakukannya, tapi yang merencanakannya adalah Aqua!”

“Betapa liciknya kau Megumin! Bukankah kau senang saat aku datang untuk berdiskusi denganmu? Kau bahkan mengatakan ‘biarkan kutunjukkan kekuatanku!’”

Memegang kerah mereka berdua yang Saling bertatapan, aku berkata:

“Sekarang bukan waktunya untuk berantem dengan memalukan! Pergi dan bersihkan kekacauan yang kalian buat!”

Melihat keluar, kota sudah ditutupi oleh salju.

Part 2


“Tidak—! Sudah cukup–! Aku tidak ingin dimakan oleh kodok–!”

Teriakan keras Aqua menggema.

“Tapi untuk memikirkan kodok yang sangat lincah di cuaca yang dingin. Mereka bergerak cepat dari biasanya. Binatang dan sayuran kuat di sekitar sini.”

Aku melihat kodok yang mengejar Aqua di sekitar dataran salju dan berkomentar dengan pemikiranku.

“Karena lingkungan yang keras di dunia ini, semua makhluk yang hidup memaksa diri mereka setiap saat. Kita tidak akan kalah dengan mereka, kita menjadi kuat untuk alasan bertahan hidup di dunia yang berbahaya ini.”

Megumin menjawab perkataanku dengan ekspresi serius.

–Saat tubuhnya mengarah ke atas dan bahunya yang di dalam mulut kodok.

Itu mungkin karena pengalamannya yang telah ditelan oleh kodok sebelumnya membuat Megumin tetap tenang dalam situasi seperti itu dan tidak memberontak, membuat kodok menelannya.

Sebelumnya, Megumin telah merapal sihir ledakan dan membunuh banyak kodok.

Megumin tidak bisa bergerak setelah menghabiskan mana-nya. Kodok itu tidak melanjutkan menelannya dan berhenti bergerak.

Mungkin tongkat sihir Megumin nyangkut di dalam mulutnya.

“Tahan, aku akan menyelamatkanmu.”

Aku mengangkat pedangku dan berhadapan dengan kodok yang menelan Megumin.

“Tidak, itu tidak masalah untuk membunuh kodok yang mengejar Aqua dulu. Di luar dingin, aku lebih memilih di dalam mulut kodok yang hangat.”

Aku pikir gadis ini normal di samping obsesinya terhadap ledakan dan tidak menduga dia mempunyai toleransi yang besar.

“Kenapa kau… salah satu temanmu ditelan oleh kodok selagi yang lain dikejar-kejar di sekitar, bagaimana bisa kau tetap tenang?”

Sena yang di sini sebagai saksi melihat keanehan dan bertanya hebat.

Mungkin seperti itu, tapi ini normal untuk party kami.

Aku memutuskan untuk menyelamatkan Megumin nanti. Aku menancapkan pedangku di tanah dan mengeluarkan panah dan anak panah yang aku beli sebelumnya.

Saat invasi dari benteng berjalan, aku membunuh beberapa golem dan naik dua level.

Setelah mendapatkan point skill, aku kebingungan skill apa yang harus kupelajari. Setelah berhati-hati mempertimbangkan, meskipun mempunyai tembok besi keras si Darkness, kami kekurangan seseorang yang menyerang dari kejauhan.

Megumin bisa menjadi salah satunya, tapi dia hanya bisa menyerang sekali, dan mungkin ledakannya juga mengenai Darkness.

Dan juga, itu akan meningkatkanku. Aku mungkin lemah, tapi aku bisa mempelajari semua skill dari semua job.

Menggunakan keunikan dari job ini, aku meminta pemanah Keith untuk mengajariku skill ‘bowmanship’ dan ‘snipe’.

Seperti namanya ‘bowmanship’ adalah skill yang membuat pemula seperti mempelajari bagaimana menggunakan panah.

Mengenai ‘snipe’, itu meningkatkan jarak dari tembakkan, meningkatkan akurasi dengan keberuntungan, dan skill yang cocok denganku.

Aku menarik panahnya dan mengarahkan ke kodok yang mengejar Aqua…!

“Kazuma–! Cepat–! Cepatlah–!”

Melihatku menarik panah, Aqua berteriak selagi dia melarikan diri.

… Aku merasa seperti membiarkan mereka mengejarnya sedikit lama.

Melihatku tidak berniat untuk menembakkan panahku, Aqua lari menujuku. Membuatku seperti aku mungkin dalam bahaya juga, jadi aku tidak punya pilihan tapi untuk menembakkan panah ke kepala kodok.

Panahnya melewati atas kepala Aqua, dan menembus kepala kodok.

Aqua yang ingin menangis melanjutkan menuduhku.

“Baiklah, aku akan menyelamatkanmu sekarang, Megumin.”

“Nah, Kazuma, kenapa kau barusan menungguku dimakan? Nah, kau ingin membiarkan kodok itu untuk memakanku kan?! Dan panahmu mengenai bagian daya tarik di kepalaku!”

Aku mengabaikan Aqua yang menekanku dan menarik pedang yang menancap di tanah.

“… Apa kau selalu bertarung dengan cara berbahaya seperti itu? Apa… apa kumpulan orang ini benar-benar mempunyai hubungan dengan pasukan raja iblis…?”

Sena yang menggumamkan sesuatu selagi dia menulis dalam pertarungan yang berlangsung.

Aku mengangkat pedangku ke arah kodok yang tidak bergerak untuk menyelamatkan Megumin—

“Tunggu, ada kodok lagi…!”

Megumin yang melekat di mulut kodok berkata dengan tegang.

Aku dan Aqua menghadap ke Megumin berbalik saat mendengar apa yang di katakannya.

“… Ah.” x2

Tiga kodok raksasa lain keluar entah dari mana.

Aku keren dan tenang sebelumnya, tapi aku merasakan keringat dingin di punggungku sekarang.

Ini buruk, sekarang ada empat kodok.

Jika seperti ini, umpannya… tidak, aku maksud tidak ada cukup orang untuk mengalihkan kodok-kodoknya.

Aku bisa menembaknya dalam waktu bersamaan jika jaraknya agak jauh, tapi…!

“Aqua, kita akan berpisah! Aku akan memancing menjauh dan mencoba untuk mengalahkan satu, kau lanjutkan menjadi umpan mereka!”

“Aku tidak ingin–! Aku tidak ingin dikejar-kejar oleh kodok lagi–! Kau yang jadi umpannya–!”

“Kekuatan seranganmu tidak cukup untuk membunuh kodok, bodoh! Jika kita membunuh satu, akan tersisa dua! Kita bisa menghentikannya dengan kau dan Sena!”

“Ehh!? A-aku di sini untuk menginspeksimu, aku tidak harus mengambil bagian dalam pertarungan…! dan kau berencana menggunakan orang normal sepertiku sebagai umpan?”

Selagi Aqua meratap dan Sena berteriak, Megumin berkata:

“Maaf, aku secara bertahap sedang ditelan sekarang, kau sekarang bisa menyelamatkanku.”

“Sudah cukup, jika hanya Darkness di sini! Gadis dengan armor itu tidak akan ditelah oleh kodok! Kapan dia akan kembali–!”

Selagi aku mengangkat pedangku menuju ke kodok yang ingin memakan Megumin–!

“Light of Saber–!”

–Suara yang terdengar jelas menggema di dataran salju.

Disaat yang sama, sorotan sinar bersinar melalui tubuh kodok.

Saat setelah cahaya itu menghilang, kodoknya terbelah dua.

Selagi aku sibuk mengeluarkan Megumin dari mulut kodok—

“Energy ignition!”

Suara yang jelas terdengar lagi.

Disaat yang sama, tiga kodok yang dekat dengan kami terbakar tiba-tiba, api keluar dari mulutnya seakan-akan mereka terbakar dari dalam, berubah menjadi bola api putih kebiru-biruan.

Selagi aku mencium daging kodok yang terbakar, aku menggunakan ‘Drain touch’ untuk membagikan mana dengan Megumin karena aku tidak ingin membawa Megumin kembali yang dilumuri lendir.

… Dan juga, Megumin mencoba berdiri, meskipun masih sedikit tidak stabil.

Dalam arah Megumin melihat ada gadis muda dengan jubah hitam.

Dia mungkin setahun atau dua tahu lebih muda dariku.

Gadis yang belum pernah kulihat sebelumnya menatap ke arah Megumin.

“Itu barusan sihir tingkat atas…! di dalam kota ini penuh dengan pemula. Ada seseorang yang bisa menggunakan sihir tingkat atas…”

Selagi Sena yang di belakangku berteriak kaget, aku membungkuk kepada gadis di depanku.

“Aku tidak tahu siapa kau, tapi terima kasih telah menyelamatkan kami.

Setelah aku berterimakasih kepadanya, gadis itu melirik ke arahku, dan terlihat sedikit malu selagi pipinya tersipu.

“A-aku tidak berencana untuk menyelamatkanmu. Itu karena rivalku dimakan oleh kodok rendahan yang akan meninggalkan rasa yang tidak enak di mulutku, hanya itu…”

Dia menurunkan kepalanya dan bergumam.

“Apa? Kau dan Megumin kenal satu sama lain?”

Setelah kodok-kodoknya mati, Aqua tenang kembali dan bertanya kepada gadis itu dengan semangat.

“Daripada mengenal satu sama lain, kami lebih seperti rival… –Sudah lama tidak bertemu, Megumin! Seperti perjanjiannya, aku telah kembali setelah menyelesaikan latihanku! Seperti yang kau lihat, aku bisa menggunakan sihir tingkat atas sesuka hati sekarang! Baiklah, ini waktunya untuk menepati janji yang aku buat! Aku akan menyelesaikan persaingan kita selama ini hari ini!”

Gadis itu berkata selagi menunjuk ke arah Megumin, dia tampaknya sangat senang.

Pengembangan sifat buruk macam apa ini.

Mengenai seseorang yang ditanyai namanya–!

“…? Siapa kau?”

“Ehh!?”

Megumin yang dilumuri lendir berkata dengan santai, membuat gadis itu menjerit.

Memeriksa lebih dekat, gadis itu terlihat berpakaian yang mirip dengan Megumin.

Jubah dan pakaian hitam di tubuhnya yang desainnya mirip dengan Megumin.



Dia memegang tongkat sihir berwarna perak di tangannya, dan pedang kecil di dalam sarung di pinggangnya.

Dia sedikit lebih tinggi dari Megumin, dan memiliki tubuh kurus dan proposional.

Dia memiliki ekspresi yang memiliki tekad dan terlihat lembut. Dia juga sangat cantik.

Jika dia di Jepang, dia mungkin menjadi ketua kelas atau ketua OSIS, dia memberiku perasaan seperti model pelajar.

Rambut hitamnya yang diikat dengan pita, dan hal yang paling mencolok darinya adalah pupil berwarna merahnya.

Itu benar, matanya memiliki warna sama dengan Megumin.

“I-ini aku! Kau ingat kan, kita teman sekelas, di rumah akademi penyihir merah! Megumin selalu menjadi pelajar tingkat atas, sedangkan aku tingkat 2! Dan aku mengatakan aku akan berpergian untuk melatih diriku sampai aku bisa menggunakan sihir tingkat atas…!”

Gadis penyihir merah menunjuk ke wajahnya sendiri selagi dia menjelaskan dengan penuh ketakutan dan air mata yang berkaca-kaca.

Tidak, apa yang dia katakan dengan santai barusan sangat luar biasa.

“… Hey, dia baru saja mengatakan sesuatu yang tidak bisa kita abaikan, sesuatu tentang kau menjadi peringkat atas di sekolahmu.”

Mendengarku mengatakan itu, Megumin tersenyum lembut.

“Itu sudah sangat lama, kenapa kau masih mengatakan ini? Saat aku pertama kali bertemu Kazuma, aku telah memberitahumu aku penyihir terbaik dari ras penyihir merah. Kazuma terlalu bodoh untuk menyadari kebenarannya. Tapi setelah kenal denangku untuk waktu yang lama, ini hanya masalah waktu untukmu mempercayaiku kan?”

“Jika seseorang percaya apa yang kau katakan setelah melihat kau dilumuri lendir, aku ingin melihat seperti apa orang itu.”

“Ke-kenapa kau!”

“Mo-mohon tunggu sebentar!”

Melihat aku dan Megumin bertengkar, gadis penyihir merah mengganggu:

“Nah, ini aku Megumin! Kau benar-benar melupakanku? Coba ingat-ingat lagi bagaimana aku selalu menantangmu dalam segala hal di sekolah. Dan kau selalu berkata aku harus memberi taruhan yang cukup, dan akan menerimaku jika aku bertaruh dengan makan siangku! Dan kau hafal makan siangku setiap waktu!”

Jadi dia telah melakukan ini sejak bertahun-tahun lalu.

Aku melihat ke arah Megumin, dan dia memalingkan matanya.

“Nah, aku pikir mereka akan memakan waktu yang lama, bolehkah aku kembali ke guild duluan? Jika tidak, daging kodoknya jadi buruk. Bolehkah aku pergi dan mengambil beberapa orang di guild untuk membawa kodok-kodoknya kembali?”

Aqua berkata selagi menunjuk ke arah kodok yang telah mati.

Sayangnya, itu akan menyakitkan untukku ditinggal sendirian.

Tapi karena situasi kami sekarang, berapapun uang yang bisa kami terima itu akan membantu, jadi itu lebih baik untuk mengirim Aqua kembali untuk menyelesaikan ini.

Dan dengan itu, aku dan Megumin dapat kembali langsung ke mansion, dan aku bisa membuang Megumin yang baunya seperti yang ada di dalam kodok ke kamar mandi.

“… Hmm. Tampaknya kau masih punya banyak hal untuk dibicarakan. Baiklah, aku akan pergi hari ini… Kazuma-san, petualanganmu hari ini menyedihkan, tapi aku tidak akan menganggap kemungkinan ini hanya tindakkan untuk menipuku… aku masih belum bisa mempercayaimu.”

Setelah melihatku dengan mata yang tidak ramah, Sena kembali ke kota bersama Aqua.

Part 3


Setelah meninggalkan dataran salju, aku bertanya ke Megumin sekali lagi:

“Dan juga, kenapa dia terus mengatakan dia mengenalmu? Dia tampaknya mengenalmu sangat baik, jadi cepatlah ingat dia okay?”

“Aku tidak tahu dia. Dan dia bahkan tidak mengatakan namanya, itu mencurigakan. Ini pasti penipuan yang Kazuma katakan kepada Aqua untuk tidak melakukannya, itu penipu ‘ini aku ini aku’. Kau tidak harus terlalu mempercayainya.”

( Note: goo.gl/im4bMP )

Megumin menarik tanganku setelah mengatakan itu dan aku ingin pergi.

Melihat itu kami berencana ingin pergi ke kota, gadis itu berkata dengan buru-buru:

“Tunggu, tunggu–! A-aku tahu, itu memalukan untuk melakukan ini di depan yang lain, tapi aku akan mengenalkan diriku sendiri!… aku Yunyun arch wizard. Pengguna sihir kelas atas. Seseorang yang akan menjadi ketua di ras penyihir merah di masa depan…!”

Setelah Yunyun mengenalkan dirinya sendiri dengan wajah tersipu, dia mengibaskan jubahnya.

Apa ras penyihir merah mempunyai budaya untuk melakukan pertunjukkan yang berlebihan selagi meperkenalkan diri mereka sendiri?

Selagi dia melihat ke arah Yunyun, Megumin berkata padaku:

“Oh seperti itu. Dia Yunyun, dia putri dari ketua desa penyihir merah. Dia menyatakan sebagai rivalku saat hari-hari kami di sekolah dan mewarisi posisi ketua desa di masa depan.”

“Baiklah. Aku Kazuma teman gadis ini yang berpetualang bersama. Senang bertemu denganmu, Yunyun.”

“Jadi kau ingat aku!… hmm, ini aneh. Kazuma… san? Erm, kenapa kau tertawa setelah mendengar namaku?”

Yunyun kebingungan dan bertanya padaku dengan malu-malu.

Setelah mendengar nama Megumin, aku tidak berpikir banyak tentang nama dari ras penyihir merah.

“Namamu hanya sedikit aneh, tidak ada yang bisa dilakukan dengan kepribadianmu kan? Di dunia ini, ada seseorang dengan nama aneh dan meninggalkan kesan yang mendalam, tapi itu merujuk ke panggilan nama yang buruk yaitu ‘gadis ledakan dengan otak yang aneh’.”

“Itu aku? Kau membicarakan tentangku? Panggilan itu melekat denganku bahkan sebelum aku mengetahuinya!”

Mendengar itu, Yunyun menunjukkan ekspresi heran dan terkejut:

“… Aku mengerti, seperti yang diduga dari Megumin kau menemukan teman yang baik. Kau rivalku tentu saja.”

Entah mengapa, kesannya padaku tampaknya meningkat.

“Apapun itu, kau ingin membicarakan ini di tempat lain? Mengobrol di sini selagi berdiri rasanya tidak enak.”

Mendengar aku mengatakan itu, Yunyun mengingat sesuatu, mengangkat kepalanya dan jalan menjauh dariku dan Megumin.

“Itu semua karena Megumin berpura-pura tidak mengenalku, itulah kenapa ini terlihat sangat aneh…! Megumin, aku di sini untuk menyelesaikan beberapa hal denganmu! Aku seseorang yang akan menjadi ketua ras penyihir merah! Jika aku tidak mengalahkanmu, bagaimana bisa aku menjadi tidak tahu malu dan mengambil posisi ketua di masa depan! Dan yang terpenting!”

Yunyun megangkat tangannya dan berkata selagi menunjuk ke arah Megumin.

“Seperti perjanjiannya, aku belajar sihir tingkat atas. Selanjutnya aku akan mengalahkanmu dan mendapatkan gelar yang terkuat di ras penyihir merah. Seperti itulah, tidak ada yang menyalahkanku saat aku mengambil posisi ketua. Aku tidak ingin membiarkan siapapun mengatakan bahwa aku mengandalkan koneksi keluargaku! Ayo Megumin, kita berduel!”

Dengan ketetapan di matanya, Yunyun mendeklarasikan di depan Megumin.

“Aku tidak ingin. Di luar dingin, dan suhu tubuhku mulai menurun.”

Mendengar Megumin mengatakan apa adanya, Yunyun berkata “Hmmm—“ dan berdiri terdiam.

“Kalau begitu selesai, ayo kembali. Aku akan menghangatkan air, jadi kau bisa mandi duluan. Setelah kau mandi, kita akan makan bersama.”

Setelah aku mengatakan itu dan ingin pergi bersama dengan Megumin…

“Tunggu, tunggu tunggu! Nah, kenapa? Kita sudah tidak bertemu untuk waktu yang sangat lama, kenapa kau memperlakukanku sangat dingin? Megumin, mohon berduel denganku ya–!”

Melihat kami berjalan, Yunyun segera menghentikan kami.

Megumin mendesah:

“… Tapi aku tidak bisa menggunakan sihir lagi hari ini, mana-ku telah habis. Dan kau berencana berduel denganku menggunakan sihir? Kukuku… kau meremehkan kekuatanku. Dengan hanya kekuatanku sendiri, aku menguapkan 8 kodok bodoh dengan sekali tembakan. Yunyun, kau bisa melakukan itu?”

Megumin merendahkan suaranya, berkata itu dengan cara chuunibyou-nya. Yunyun melihat ke arahku dengan ekspresi terkejut.

Dia mungkin bertanya padaku jika itu benar.

“Ya, dia melakukannya menguapkan 8 kodok dengan satu sihir.”

Tapi dia tidak bisa bergerak setelah itu dan meskipun dimakan juga.

Mendengar konfirmasiku, Yunyun menjadi pucat dan menelan ludah dengan menundukkan kepalanya.

“Kau tidak di kota ini jadi kau mungkin tidak tahu… tapi apa kau mendengar rumor ini? Pemimpin pasukan raja iblis terpancing olehku dan datang ke kota ini dengan ancaman sihir ledakanku terus menerus di kastilnya, dan telah terbunuh. Benteng berjalan destroyer yang dinyatakan tidak dapat dikalahkan telah meledak oleh sihir ledakanku di kota ini!”

Setelah mendengar semua itu, Yunyun mengubah tatapannya ke antara aku dan Megumin dengan mata yang ketakutan.

… Dia tidak berbohong.

“Yah, pasukan raja iblis datang ke kota karena rapalan sihir ledakan Megumin setiap hari, dan ledakan terakhir kepada destroyer ditangani oleh Megumin.”

Itu salah satu cara untuk melihat kebenarannya…

Setelah aku mengatakan itu, wajah Yunyun menjadi sangat pucat.

“Me-me-meskipun begitu, aku tetap ingin berduel! Aku harus berduel…! tidak peduli betapa kecil kesempatanku, aku akan tetap menantangmu!”

Meskipun dia mengedipkan air mata, ada hal yang membuatnya untuk tidak mundur. Yunyun takut, tapi dia tetap mengatakan ini dengan tegar.

Melihat ini, Megumin menghela nafas dengan berat sekali lagi.

“… Kau benar-benar pembuat masalah. Bagaimana kalau seperti ini, karena aku tidak bisa menggunakan sihir lagi, bagaimana kalau bertarung secara fisik? Kau petualang sekarang, jadi bersaing dalam tes akademi tidak bisa kau terima kan? Tidak menggunakan senjata, kita akan bertarung sampai salah satu dari kita menyerah… tidak masalah?”

Yunyun berkata dengan ekspresi kaget:

“… Apa tidak apa-apa? Megumin yang paling melewatkan pelajaran fisik… mungkinkah… kau ingin membiarkanku menang? Megumin yang selalu berjalan di depanku saat makan, dan selalu merampok makananku saat aku menantangnya?”

“… Kau benar-benar tidak berguna.”

“… Itu masalah hidup dan mati untukku. Karena keadaan dalam keluargaku, makan siang miliknya adalah hidupku. Jika aku mengambil inisiatif dan menatangnya, itu tidak sama dengan pemerasan kan?”

Yunyun mendekatkan telinganya.

Dia mengambil nafas dalam dan tersenyum cemerlang.

“Aku mengerti, kalau begitu ayo kita bertarung… aku tahu apa yang akan kau katakan selanjutnya. ‘jika kau ingin menantangku, kau harus menaruh taruhan yang cukup!’ taruhan kali ini kristal Manatite. Ini sangat murni dan kualitas bagus! Barang yang diidam-idamkan oleh semua penyihir!”

Yunyun mengeluarkan permata kecil.

Dengan mana dalam namanya, itu pasti permata yang mengandung mana.

Megumin melihat ke arah itu dan mengangguk puas.

“Baiklah, aku akan terima tantanganmu! Kalau begitu, majulah!”

Megumin membuka lengannya dengan posisi mengejek dan mengatakan.

Di depannya Yunyun menurunkan kuda-kudanya dan mengepalkan tinjunya.

Dari kelihatannya, Yunyun memiliki keuntungan dalam ukuran.

Yunyun tinggi, besar dan memiliki tubuh dengan otot yang proposional. Secara kontras, megumin tidak terlihat ahli dalam pertarungan jarak dekat tidak peduli bagaimana standarnya.

Megumin memberi kesan gadis kecil yang dapat kau temukan di manapun, penyihir lemah.

Yunyun mendekat dengan perlahan.

Megumin mencoba berpostur dengan lengan terbuka, bersiap untuk menangkap Yunyun kapanpun…

“… Nah, Megumin. Tahan… Erm, kau terlihat sedikit basah dan berkilau, itu…”

“Itu benar— ini lendir dari kodok.”

Megumin segera menjawab pertanyaan gelisah Yunyun.

Wajah Yunyun langsung berubah, tapi Megumin mengabaikannya dan melanjutkan:

“Terima kasih telah menyalamatkanku barusan. Lendir ini menyelemuti seluruh tubuhku cairan yang keluar dari perut kodok… sudah cukup, serang aku. Saat kau mendekatiku, aku akan langsung memelukmu, dan bergulat denganmu.”

Megumin mengatakan dengan lengannya yang terbuka lebar, maju perlahan sedikit demi sedikit saat Yunyun mundur dengan wajah jijik.

“Me-Megumin? Jangan bercanda seperti ini, kau tidak serius kan? Ini strategi untuk mengurangi niatku bertarung dan memancingku untuk menyerah kan? Kan? Kau selalu melakukan itu saat kita di sekolah. A-aku tidak akan tertipu lagi!”

Yunyun berdiri dengan tegar selagi dia mundur, tapi Megumin mendekat ke arahnya dengan perlahan, mata berwarna merahnya bersinar.

Wajah Megumin terlihat seperti bocah yang ingin menjahili temannya.

“Kita teman kan? Teman sejati harus melewati saat baik dan buruk bersama.”

Saat dia mendengar perkataan Megumin, Yunyun berbalik dan lari.

Megumin mengejarnya.

“Menyerah! Aku menyerah! Aku akan memberimu kristal mana, jadi mohon jangan mendekat!”

Part 4


Megumin melumuri lendir ke Yunyun, membuatnya melarikan diri dengan air mata. Kita berjalan kembali ke mansion.

“Ah, Kazuma, ambil ini. Ini seharusnya dapat terjual dengan harga bagus. Lunasi hutangnya dengan ini.”

Dalam perjalanan kembali, Megumin memberikanku kristal manatite.

Aku ingat Yunyun mengatakan ini sesuatu yang penyihir apapun inginkan.

“Apa tidak apa-apa? Kenapa tidak disimpan dan digunakan? Aku tidak tahu bagaimana cara menggunakan itu.”

Megumin tertawa pelan saat mendengar pertanyaanku.

“Kristal mana itu barang yang bagus yang bisa menaruh mana saat merapal sihir. Tapi itu hanya barang konsumsi. Dari ukuran dan kemurnian dari kristal itu, itu tidak cukup untuk menampung banyak mana untuk menggunakan sihir ledakan. Itu berharga untuk penyihir biasa, tapi tidak berguna untuk arch wizard sepertiku yang membutuhkan banyak mana.”

Dia berkata dengan sangat angkuh…

“… Bukankah itu bagus? Nah, aku akan mengatakan ini beberapa kali, tidakkah kau ingin mempelajari skill yang lain selain ledakan…”

“Aku tidak tertarik.”

“Sudah kuduga.”

Mendengar jawaban langsung Megumin, aku mendesah berat.

Lupakanlah, aku tidak akan memaksanya. Dan juga ada waktunya saat dia dapat diandalkan…

… Pada waktu seperti itu?

Ada gadis bernama Yunyun yang menggunakan sihir tingkat atas.

Dia mengalahkan kodok tanpa jeda dengan elegan.

Dan selain dari sihir, dia terlihat sedikit baik juga. Wajah yang cantik dan tubuh yang bagus.

Dibandingkan penyihir itu…

“… Ada apa? Kenapa kau mendesah… disamping dari kemampuan sihir yang kuat, ras penyihir merah juga sangat cerdas. Aku bisa memberitahu apa yang Kazuma pikirkan.”

Melihatku mendesah selagi berjalan, Megumin bertanya dengan wajah keraguan.

…….

“… Aku sedang memikirkan tentang itu… dibandingkan gadis itu Megumin lebih cantik.”

“Terima kasih atas pujianmu! Sebagai tanda terima kasih, aku akan memberimu pelukan kuat!”

“Hentikan, hentikan! Jangan mendekat, kau masih bau seperti kodok!”

–Aku membuka pintu mansion dan melihat Aqua masih belum kembali.

Aku berharap melihat Darkness di sini, tapi tidak ada tanda-tanda darinya.

Punggungku terasa lengket semua jadi aku berjalan cepat menuju kamar mandi.

“Ugh… bau… ini pertama kalinya aku tidak senang karena dipeluk.”

“Kau harusnya senang karena itu. Beberapa orang rela membayar gadis yang dilumuri lendir untuk memeluk mereka.”

Megumin yang mengikuti di belakangku berkata dengan santai.

–Selagi aku sampai ke ruang ganti, Megumin menarik-narik ujung bajuku.

“… Apa.”

“Lendirnya membuatku tidak nyaman, biarkan aku mandi duluan.”

“Aku juga tidak nyaman, dan ini salahmu. Dan jika aku tidak duluan, tidak ada cara untuk menghangatkan airnya. Pemanas kita membutuhkan mana untuk berfungsi, jadi kau tidak bisa menggunakannya karena kau sudah menghabiskan mana-mu. Mana yang aku bagikan padamu hanya dapat membuat air yang tidak hangat. Jika kau mengerti, tunggu dengan patuh di perapian sampai aku selesai.”

Aku menggoyangkan tanganku, menyuruh Megumin untuk pergi. Dia berkata dengan wajah yang tidak senang:

“Jika aku tidak membersihkan lendirnya dan duduk di depan perapian, jubahku akan bau setelah kering. Tidakkah kau mendengar perkataan wanita duluan? Pria seharusnya peduli terhadap wanita.”

“Aku seseorang yang sungguh-sungguh menginginkan persamaan gender. Aku benci orang yang memaksakan kesopanannya saat situasinya menguntungkan mereka, dan komplain terhadap pria saat keadaan tidak menguntungkannya. Dan lagipula kau tidak cukup tua untuk dipanggil wanita.”

“Ah! Kau memperlakukanku seperti anak kecil! Kita hanya beda 3 tahun! 10 tahun kemudian, umur kita akan menjadi 23 dan 26, tidak terlalu berbeda…”

“Masa depan ya masa depan, masa lalu ya masa lalu. Aku pria yang hidup di masa sekarang. Dalam mataku, kau sekarang anak kecil, hanya itu. Baiklah— aku duluan menggunakan kamar mandinya!”

Saat aku mengatakan ini, aku menuju kamar mandi dan menyalakan pemanas sihir. Lalu aku melepaskan bajuku yang dilumuri lendir.

“Kau benar-benar membukanya!”

Megumin terkejut dengan tindakkanku, tapi aku tidak merasakan apapun tentang anak kecil yang melihat tubuh telanjangku.

“Aku perlu menuntut jika kau ingin memperlihatkannya lagi. Aku tidak akan mundur. Tidak akan.”

Megumin menggigit bibirnya dengan kesal, dan lalu tertawa saat dia mengingat sesuatu.

Dengan senyuman kepercayaan diri dari kemenangan, dia mengejek:

“… Baiklah. Aku mengerti, kazuma tidak melihatku sebagai wanita sekarang. Kalau begitu bagaimana kalau mandi bersama. Karena kau tidak melihatku sebagai wanita, pasti tidak ada masalah kan?”

“Kau benar, tidak ada masalah jika kita mandi bersama. Aku akan masuk duluan.”

“Eh!?”

Melihatku menjawabnya dengan santai, Megumin yang memberikan saran terkejut.

“Ma-maaf, seharusnya pengembangan selanjutnya kau mengatakan sesuatu dengan malu-malu seperti ‘bo-bodoh, itu akan bagus jika kita benar-benar melakukan itu’, dan lalu membiarkan aku duluan dengan segan kan?”

“Kenapa aku harus mengikuti kata-kata klise naskah seperti itu? Biarkan aku memberitahumu dulu, aku tidak akan tertahan oleh kebiasaan orang biasa. Biarkan aku memberimu contoh. Katakan saja Megumin jatuh cinta padaku. Dan beberapa gadis lain mulai menggodaku dan Megumin menjadi cemburu. Jika kau menggunakan kekerasan yang tak beralasan padaku, aku tidak akan ragu-ragu untuk melawannya balik. Aku akan melakukan hal yang benar saat waktunya tiba, lebih baik kau ingat itu.”

“… Aku meremehkan Kazuma. Jangan khawatir, aku tidak akan pernah jatuh cinta padamu. Dan bukan begitu cara mengungkapkannya ‘melakukan hal yang benar disaat yang tepat’, tapi lupakanlah.”

Setelah mengatakan bagiannya, Megumin tampaknya menyerah dan berjalan keluar kamar mandi. Dan juga aku…

“Oh? Setelah mengejekku seperti itu, kau tidak pergi mandi bersama denganku? Kau gadis yang tidak punya keberanian. Itulah kenapa aku melihatmu sebagai anak kecil.”

“Kau mengatakan aku tidak punya keberanian? Beraninya kau, itu hanya mandi bersama, kau pikir aku takut?! Hentikan menutupi dirimu dengan handuk dan cepatlah!”

“Hey kau mesum, jangan menarik handukku kau mesum! Kenapa kau terlalu terbuka tentang ini! Apa gadis Yunyun pernah memberitahumu bahwa kau seperti laki-laki? Kau terlalu tidak peduli tentang ini, perhatikan dirimu!”

Megumin melepaskan jubahnya tanpa ragu, menutupi tubuhnya dengan handuk dan berjalan masuk ke kamar mandi.

–Aneh?

Contohnya, aku pikir aku melihat seperti tato di pantat Megumin melalui celah-celah handuk.

“Airnya tidak cukup hangat pompa Mana-nya lagi, Mana lagi! Ke sini, cepatlah!”

Megumin berteriak setelah menaruh tangannya di bak mandi.

Apa aku salah melihat?… sudahlah, lupakan.

Part 5


“Fu…”

“Fu… ini enak mandi dengan santai saat siang hari… aku pikir aku bisa tertidur di sini…”

Aku merendam bahuku ke dalam air di bak mandi yang besar, dan membentangkan tubuhku untuk santai.

Bak mandi yang besar adalah bagian yang terbaik dalam mansion ini.

“Ngomong-ngomong, apa kau ingin mengabaikan gadis bernama Yunyun itu? Bukankah sudah lama kalian berdua tidak bertemu?”

“Lagipula kita akan segera bertemu lagi. Gadis itu yang menyatakan sebagai rivalku suka mengejarku.”

Megumin merendam bahunya ke dalam air dan membiarkan dagunya di permukaan bak mandi. Matanya tertutup dan dia tampaknya menikmati dirinya sendiri.

“Namanya Yunyun mungkin agak sedikit kurang, tapi dia terlihat imut. Untuk kenalanmu, dia tampaknya mempunyai akal sehat dan kepribadian yang baik.”

“Apa kau menyidir bahwa aku kekurangan akal sehat? Dan umur dia sama denganku, kenapa kau melakukan dia seperti anak kecil?”

Selagi membiarkan dagunya dipinggir air, Megumin membuka matanya dan melirik ke arahku.

Umur Megumin sama dengan gadis itu… aku memandang ke arah Megumin yang berendam di bak mandi.

“… Hey, beritahu aku apa yang kau pikirkan saat kau melihat tubuhku.”

“… Aku memikirkan kecepatan pertumbuhan berbeda pada setiap orang… hey, hentikan, jangan merapal sihir ledakan! Aku tahu kau telah kehabisan mana, tapi ini tidak baik untuk jantungku!”

Selagi aku mengatakan itu, aku meniru postur Megumin dan menggerakan daguku ke pinggiran air.

“Tapi itu berarti dia masih 13 tahun. Zona strike-ku adalah 2 tahun lebih muda dariku, jadi 13 tahun tidak termasuk. Jika dia 14 tahun, itu akan membuat kami smp kelas 2 dan sma kelas 1, yang berarti perbatasan itu masih bisa kuterima.”

Aku bergumam dengan biasa.

“Smp kelas 2 dan sma kelas 1?… aku tidak yakin apa yang kau maksud, tapi aku akan menjadi 14 tahun bulan depan. Setelah itu kau tidak akan melakukanku seperti anak kecil lagi?”

Megumin yang sedang santai di bak mandi berkata dengan mata tertutup…

“… Huh, kau serius? Ulang tahunmu bulan depan? Eh, 14 tahun? Kau lulus dari menjadi karakter loli?”

“Siapa karakter loli! Aku tidak ingat membuat karakter seperti itu! Dan… ada apa denganmu? Kenapa kau bertingkah aneh tiba-tiba…”

Seseorang yang aku anggap adik perempuan yang tidak mampu, lulus berubah dipikiranku menjadi anak smp yang tidak mampu…

“Y-yah, aku tiba-tiba berpikir situasi ini sedikit memalukan.”

“Hey, jangan tiba-tiba mengatakan itu, itu membuatku merasa malu juga! Ada apa denganmu? Itu hanya satu tahun lebih tua tidak terlalu banyak perbedaan? Dan bisakah kau berhenti melirik ke arahku dengan malu-malu!?”

Kenapa? Ini sangat aneh, dan hatiku mulai berdegup kencang.

Saat ini, aku menyadari aku dalam situasi yang luar biasa.

“… Nah, kenapa aku mandi bersama dengan Megumin? Dipikir-pikir, bukankah ini situasi yang buruk?”

“Kenapa kau mengatakan itu sekarang! Jangan menjadi tenang dengan secara tiba-tiba!”

Megumin mulai bergeser sedikit demi sedikit menjauh dariku di kolam.

Aku juga menjauh ke ujung yang lain dan memberitahu Megumin:

“Bukan itu, maksudku jika seseorang melihat kita seperti ini, kita tidak bisa hanya tertawa kan? Seharusnya ada beberapa jenis undang-undang atau peraturan pemerintah. Terutama gadis itu yang tidak bisa membaca suasana akan cenderung…”

Sebelum aku menyelesaikan kalimatku.

“Aku pulang–!”



Dari kejauhan terdengar suara dari gadis yang tidak bisa membaca suasana.

“Ini semua salahmu Kazuma, mengatakan hal itu yang dapat membangkitkan flag-nya!”

“Sekarang tidak ada waktu untuk berdebat tentang ini! Bagaimanapun, salah satu dari kita harus keluar sekarang!”

Aku dan Megumin keluar dari bak mandi bersamaan, dan segera kembali.

“Kenapa kau keluar bersamaku! Handuknya tenggelam, aku sudah melihatmu semuanya, dan kau sudah melihatku semuanya!”

“Kau yang mengatakannya! Aku akan keluar duluan, kau tetap di sini! Apa kau mengunci pintunya? Apa kau mengunci pintu masuk ke ruang ganti?”

“Ti-tidak aku tidak menguncinya! Aqua pasti akan datang ke sini disaat seperti ini! Apa yang harus kita lakukan! Pikirkan sesuatu cepat!”

Apa yang harus dipikirkan, salah satu dari kita hanya perlu keluar dari kamar mandi dan itu akan baik-baik saja!

Jika Aqua melihat kami seperti ini, dia pasti tidak akan membiarkanku dan memberiku panggilan seperti LoliNEET, Kazuma si lolicon dan menyebarnya ke seluruh kota!

“Kazuma–! Megumin–? Aku pulang–! Adakah seseorang yang menyambutku kembali?! Aku menjual kodoknya dan membawa uang kembali–!”

Suara Aqua semakin mendekat.

Aku keluar dari bak mandi dengan cepat dan menuju ke ruang ganti.

Saat aku berlari, suara langkah kaki semakin mendekat…

“Kazuma–!… kau sedang mandi?”

Aqua tampaknya sadar aku di sini.

Saat sebelum pintu ruang ganti ingin terbuka, aku menggunakan semua mana-ku dan menjulurkan tanganku, berkonsentrasi seperti belum pernah sebelumnya!

“Freeze–!”

Menggunakan semua mana-ku, ‘Freeze’ yang aku pertaruhkan membuat pegangan pintu ruang ganti langsung membeku. Kelemahan dan kelelahan menimpaku setelah aku menghabiskan mana-ku, dan aku terjatuh di lantai.

“Kazuma— aku tinggalkan bagian uang kalian berdua di meja ruang tamu! Ambilah setelah kau selesai mandi!”

Setelah itu, Aqua pergi tanpa membuka pintu.

… Itu sudah jelas. Jika dia tahu ada seseorang di dalam, kenapa juga dia harus membuka pintu dan melihat tubuh telanjangku, ini bukan manga.

“Kau… kau baik-baik saja, Kazuma? Apa kau menghabiskan mana-mu? Aku harus berkata itu hampir saja. Jika terjadi…”

“Aku akan dicap sebagai lolicon. Sangat hampir… ah, Megumin, maaf telah membuat masalah padamu, tapi bisakah kau membantuku mengelap tubuhku? Aku benar-benar kehabisan mana dan tidak bisa bergerak. Aku akan kedinginan jika aku berbaring di sini.”

Aku tengkurep, meminta bantuan tanpa melihat wajah Megumin, tapi…

“… Hey, kenapa kau akan dicap sebagai lolicon jika kau mandi denganku, jelaskan secara jelas. Beraninya kau mengatakan seperti itu saat kau tidak bisa bergerak.”

“Hey, hentikan sialan! Kenapa kau menarik handukku! Kau ingin dicap sebagai si mesum?! Hey…! A-Aqua–! Aqua–! Ada loli yang menganiayaku–!”

Part 6


Aqua menerobos masuk ke ruangan setelah mendengarku menangis minta bantuan, dan memberikanku julukan LoliNEET.

Makan malam kedua terasa sepi tanpa Darkness berakhir tanpa insiden.

–Pagi selanjutnya.

“… Mereka berdua keluar lebih awal.”

Aku bergumam kepada diriku sendiri saat aku sampai ke ruang tamu. Setelah berdiskusi dengan mereka kemarin malam kami menyutujui, pergi mengambil quest tanpa Darkness sangat berbahaya.

Jadi kami memutuskan untuk bertindak sesuka kami hari ini.

… Darkness tidak kembali kemarin malam.

Aku mendengar tuan tanah itu sangat terobsesi kepadanya. Apa dia sedang ditahan?

Atau dia mengalami beberapa insiden…?

Jika dia tidak kembali malam ini, aku perlu mengambil tindakan.

Itu terlalu merepotkan untuk membuat sarapan untuk diriku sendiri, jadi aku memutuskan makan di luar. Selagi aku berjalan di sekitar kota, aku melihat gadis penyihir merah yang pernah kulihat.

Gadis itu berjalan-jalan di jalanan selagi melihat ke arah makanan di dalam kedai. Dia terlihat seakan-akan dia ingin makan.

Akhirnya, dia melihat ke kedai kebab, memperhatikannya.

Beberapa waktu kemudian, pelanggan datang ke kedai itu, berbicara dengan pemiliknya sebentar, dan pergi setelah membeli 3 kebab.

Setelah melihat itu, gadis itu mengambil keputusan, dan membeli 3 kebab sepeti pelanggan sebelumnya.

… Tampaknya seperti ini pertama kalinya bagi dia membeli sesuatu di sini, dan tidak yakin bagaimana caranya memesan.

Aku ragu-ragu ingin mendekatinya, tapi melihat betapa senangnya dia memakan kebab, aku memutuskan untuk meninggalkannya sendiri.

“—Aneh monster-monster keluar di dekat kota, itu tidak kuat, tapi…”

“Benar, aku mendengar tentang itu juga. Itu bentuknya aneh dan akan menangkap apapun yang bergerak dan meledakkannya, kan?”

Aku telah sarapan di kedai sembarang, dan mendengar dua petualang membicarakan tentang topik itu selagi berjalan di sekitar kota.

… Monster aneh?

Untukku, kebanyakan monster di dunia ini aneh.

Bagaimanapun aku harus berhati-hati pada itu.

Selagi aku memikirkan tentang itu saat jalan-jalan, gadis yang aku lihat sebelumnya muncul di depanku lagi, berjalan di sekitar toko permainan menembak kali ini.

Permainan menembak itu berbeda seperti yang ada di Jepang. Itu menggunakan panah asli, dan anak panah yang ujungnya tumpul. Kebanyakan pemain yang datang berpasangan, dengan pria yang menembak dan memberikan hadiah ke gadisnya.

Aku mengerti, pasangan sering datang ke jalan ini, itu sesuatu yang mirip seperti tanah suci untuk berkencan.

Toko itu menargetkan pasangan yang sedang berkencan.

Itu terlihat jelas dari hadiah yang ditampilkan di depan toko.

Gadis itu mungkin terlalu malu untuk bermain permainan menembak sendiri. Dia menunggu untuk semua pasangan pergi sebelum dia mulai bermain.

Mungkin dia tidak ahli dengan busur dan anak panah, dia tidak bisa mengenai hadiah yang diinginkannnya tidak peduli berapa kali dia mencoba.

Setelah gadis itu mencoba beberapa kali, pasangan lain datang untuk memainkan permainannya. Dia mengembalikan panah ke pemiliknya dan ingin pergi dengan malu.

…. Hmmm…

Sesungguhnya, hubungannya dengan kami sedikit buruk karena dia rival dari party-ku, tapi…

Aku berjalan menuju gadis itu dan mengatakan “Hai” dengan santai.

“…? Ah! Erm, hai Kazuma-san…!”

–Aku bahkan tidak melihat Yunyun yang menyapaku, langsung memberikan uang ke pemilik toko permainan menembak.

“Snipe!”

Menggunakan skill menembakku, aku mengenai hadiah yang Yunyun inginkan dalam sekali tembak.

Hadiah yang terkena dan jatuh adalah boneka samurai yang terlihat seperti Fuyu-shogun kecil.

“Nih, kau ingin ini kan?”

Aku mengambil hadiahnya dan memberikannya ke Yunyun dengan sedikit sombong.

Jika aku dalam posisi Yunyun, itu tidak akan mengejutkan untukku jatuh cinta pada diriku sendiri karena itu.

Pipi Yunyun berubah merah dan ragu-ragu sesaat, tidak yakin jika dia harus menerimanya.

Sesaat kemudian, dia tersenyum cerah dan berkata:

“Terima… Terima kasih…”

“Pelanggan, kau tidak bisa melakukan itu. Kau tidak membaca tandanya? Pemanah dan pengguna kemampuan ‘snipe’ tidak diperbolehkan. Kau bisa menyimpan hadiahnya, tapi kau harus membayarnya tiga kali lipat.”

–Aku tidak terlihat sangat keren saat aku meminta maaf ke pemiliknya selagi menambahkan bayarannya.

“Baiklah, aku masih mencari teman party-ku, sampai jumpa.”

Aku sedikit malu, jadi aku mengangkat tanganku dan berkata itu kepada Yunyun saat aku bersiap untuk pergi…

“Hmm? Ah… Erm…”

Yunyun terlihat seakan-akan dia ingin menghentikanku, mengeluarkan tangannya ke arahku…

Tapi dia menarik tangannya setengah, menaruhnya ke boneka di lengannya dan menunduk ke arahku.

“Erm, terima kasih, terima kasih telah mendapatkan Fuyu-shogun untukku!”

Jadi boneka itu benar-benar Fuyu-shogun.

Karena traumaku dibunuh oleh orang itu, aku ingin menembak boneka itu dengan panah asli. Tapi karena dia terlihat sangat senang, aku akan membiarkannya.

–Setelah berpisah dengan Yunyun, aku mulai berjalan-jalan di sekitar kota sekali lagi.

Dengan betapa menonjolnya anggota party-ku, menemukan mereka bukanlah hal yang susah.

“Baiklah, penantang berikutnya–! Tidak ada lagi–?”

Mengikuti sumber dari suara itu, aku melihat keramaian.

Ini membuatku tertarik dan aku pergi mendekat. Aku melihat orang-orang di sana besar dan sehat, orang yang jelas terlihat kuat.

Aku memperhatikan situasinya…

“Baiklah! Aku selanjutnya!”

Salah satu yang maju adalah pria dengan otot besar, yang terlihat seperti petualang.

Itu susah untuk memperkirakan apa job-nya, tapi dari bentuk tubuhnya, dia mungkin adalah vanguard.

Pria itu mengambil palu yang disiapkan oleh pemilik toko…

“Warrgghhhh!”

Dan memukul ke bawah dengan kuat.

Palu itu mengenai atas batu.

Saat palu itu mengenai batu, itu mengeluarkan sedikit percikan.

Setelah terpukul oleh palu, batu itu…

“Sial, ini masih tidak cukup…”

Seperti perkataan jengkel pria itu, batunya masih mulus seperti biasanya.

Saat pemilik toko melihat, dia berteriak dengan keras:

“Temanku di sini salah satu yang tidak berhasil! Hadiahnya sekarang menjadi 125,000 eris! Harga tiketnya 10,000 eris! Untuk setiap penantang yang gagal, hadiahnya akan nambah 5,000 eris! Apa ada seseorang yang percaya diri dengan kekuatan tangannya? Sihir juga tidak masalah! Ini adalah Adamantite, jika kau dapat menghancurkan ini, kau akan dikenal sebagai petualang kelas atas! Ayo, adakah seseorang yang ingin mencoba kekuatannya?”

Begitukah— bisnis datang dari berbagai macam hal.

Selagi aku merenungkan untuk memulai bisnis sendiri, ini tempat yang bagus untuk mempelajari.

Tapi dengan skill dan kekuatanku, itu tidak berguna untukku mencoba ini.

… Di depan aku melihat sesekali, aku berkata ke sosok yang aku lihat tiga kali hari ini:

“… Kita ketemu lagi, Yunyun.”

Melihat Yunyun yang mengepalkan tinjunya saat dia melihat petualang mengayunkan palunya, aku secara refleks menyapa dia.

Dia yang menyatakan sebagai rival Megumin, jadi aku pikir dia memusuhiku. Tapi dari reaksinya, aku tidak berpikir dia tidak menyukaiku.

Yunyun melihatku…

“Ah! Terima kasih telah menolongku barusan Kazuma-san! Lihat itu! Semua orang mencoba menghancurkan adamantite!”

Dia berkata dengan matanya yang berkilau.

Di desa ras penyihir merah, apa tidak ada toko permainan seperti di sini?

“Yunyun bisa menggunakan sihir tingkat atas kan? Mau mencoba? Pemiliknya mengatakan sihir diperbolehkan.”

Setelah mengatakan itu, Yunyun berkata:

“Aku tidak bisa menghancurkan adamantite-nya dengan kekuatanku… itu membutuhkan sihir implosion yang kuat. Disamping dari sihir destructive explosive explosion, menggunakan sihir implosion tidak jadi masalah. Tapi menggunakan sihir explosion itu taruhan yang aman…”

 Dia berkata dengan nyengir.

Selagi kami sedang mengobrol, banyak orang yang pergi mencoba dan gagal.

Hadiah uangnya lebih dari 200,000 sebelum kami mengetahuinya.

Kerumunannya semakin banyak, dan pemilik toko berteriak untuk menaikkan ketegangan lebih tinggi.

“Apa admantite ini terlalu susah untuk orang di kota ini? Aku datang ke sini karena aku mendengar kota ini mengalahkan benteng berjalan destroyer! Tidak adakah seseorang yang bisa menghancurkan batu ini? Hey hey hey! Tidak adakah penantang lagi?”

Selagi pemilik toko mendapatkan alurnya, para petualang lain saling mendorong satu sama lain, saling mengisyaratkan untuk mencobanya.

Semua orang tahu taktik apa yang dilakukan pemilik toko, tapi tetap merasa jengkel jika tidak ada seseorang yang menghancurkan batu itu.

–Selagi para petualang di tempat kejadian menatap satu sama lain.

Satu gadis muda melangkah maju dari kerumunan.

Dia tidak sedang menggunakan jubah biasanya, tapi pakaian hitam untuk berjalan-jalan di kota. Teman party-ku melangkah maju dan membusungkan dadanya.

Tekad wajahnya sama dengan wajah angkuhnya saat dia berhadapan melawan destroyer.

“—Giliran karakter utamanya.”

Disaat Megumin mengatakan itu, semua petualang termasuk aku segera menahannya.

Part 7


“Hey, aku gadis murni, terlalu berlebihan untuk memperlakukanku seperti ini.”

Aku menahan lengan dan leher Megumin dari belakang, bersiap untuk menutup mulutnya jika dia mulai merapal.

Di sisi lain darinya adalah petualang bertubuh kuat yang memegang tangannya dengan kuat.

“Hey paman, hentikan bisnismu karena gadis ini menyadarimu! Dia maniak ledakan yang terburuk di kota ini. Bisnismu terlalu merangsang untuknya!”

Mendengarku mengatakan itu, pemilik toko menjadi pucat dan mulai berkemas dengan panik.

Megumin mulai memberontak saat dia melihat itu.

“Ahhh! Aku bisa menghancurkannya! Aku pasti bisa menghancurkan batu itu dengan sihir explosion-ku!”

“Lari! Cepatlah paman!”

“Yick–!”

Setelah selesai berkemas, pemilik toko mulai lari dengan sekuat tenaga.

Megumin melihat dia menjauh dengan wajah yang menyesal.

Setelah memastikan paman itu sudah melarikan diri, kami melepaskan pegangan kami dan Megumin mendapatkan kebebasannya.

Saat kerumunan sudah bubar, aku berkata kepada Megumin:

“… Sungguh, untuk seseorang yang akan mendapatkan masalah saat aku tidak memperhatikan, Aqua sudah lebih dari cukup. Apapun itu, kau tidak bersama Aqua?”

“Tidak, dia ingin pergi ke tempat lain jadi kami berpisah. Bayaran dari mengalahkan destroyer membuat ekonomi kota menjadi meningkat, sedikit demi sedikit menarik berbagai orang ke sini. Ada seseorang yang tampil di jalanan untuk mendapatkan uang dari tip, tapi dia menangis saat penampilan gratis Aqua lebih menakjubkan di sampingnya.”

Betapa, betapa memilukannya…

Aku memikirkan untuk melakukan sesuatu terhadap gadis itu, tapi itu akan merepotkan jika aku terjerat dalam pertengkaran mereka.

Dia mungkin menyedihkan, tapi aku memutuskan untuk menyerahkan Aqua kepada pengamen itu…

Megumin menarik lengan bajuku.

“Ayo berjalan bersama karena kita sudah bertemu di sini. Ada seseorang di sana yang melakukan sesuatu yang mirip dengan orang yang melarikan diri itu. Aku ingin mondar-mandir di sekitarnya untuk menakutinya.”

“Aku pikir kau gadis yang memiliki nalar disamping dari kepribadian maniak ledakanmu.”

Selagi aku dan Megumin mengobrol saat kami bersiap untuk pergi, kami mendengar seseorang memanggil kami dari belakang:

“Ah…”

Aku berbalik dan melihat Yunyun yang melihat ke arah kami dengan ekspresi kesepian.

“… Ingin berjalan bersama kami?”

Yunyun membuat ekspresi bahagia untuk perumpamaan saat aku mengatakan itu, tapi dia menarik kembali saat dia melihat Megumin dan menggelengkan kepalanya.

“A-aku datang ke kota ini bertujuan untuk mengalahkan Megumin! Aku tidak ke sini untuk membangun pertemanan bersamanya! Aku berterima kasih untuk permainan menembak barusan, terima kasih banyak! Tapi… aku tidak bisa berjalan bersama kalian berdua!”

Yunyun memeluk boneka yang aku benci sebelumnya di dadanya dan mengambil langkah lebar menjauh dari kami.

“Karena dia tidak ingin, ayo Kazuma.”

“Oh, iya…”

Saat kami pergi, Yunyun terlihat menolak kami, terus menghadapkan punggungnya ke arah kami.

“….. Huft…..”

Akhirnya, Yunyun mengeluarkan desahan depresi, menurunkan bahunya dan berjalan menjauh dengan langkah yang berat.

Lalu dia melihat ke belakang dengan ingin.

… Dan menatap ke arah kami berdua yang berjalan beberapa jarak di belakangnya setelah kami membeli sesuatu seperti crepes dari kedai terdekat.

“………. Erm, kenapa kalian berdua mengikutiku?”

“Aku sedang memikirkan itu aku bisa melihatmu kesepian dan wajah merajukmu jika aku mengikutinya dari belakang Yunyun yang sendirian seperti biasanya.”

Saat dia mendengar itu, Yunyun menerkam Megumin.

Part 8


“Di antara ras penyihir merah, Yunyun dikenal baik sebagai orang yang malu karena menjadi orang aneh karena namanya sendiri. Di sekolah, dia menghabiskan kebanyakan waktunya dengan makan sendiri. Jika aku mondar-mandir di sekitar Yunyun yang sedang makan sendirian, dia akan dengan senang menantangku, itu selalu berhasil…”

“Tunggu! I-itu tidak seburuk itu… itu seharushnya tidak… benar… tidak masalah, itu benar, aku menantangmu setiap hari, tapi aku tidak kesepian sama sekali, aku punya teman juga.”

Kami bertiga mengobrol selagi kami berjalan keluar kota.

Setelah mengobrol sampai setengah hari, mereka berdua memutuskan untuk berduel lagi.

Megumin berhenti setelah mendengar Yunyun mengatakan itu.

“Aku tidak bisa mengabaikan apa yang kau katakan… Yunyun… punya teman…?”

“Kenapa, kenapa kau bereaksi seperti ini! Aku punya teman juga! Megumin seharusnya tahu juga. Seperti bla dan bla, mereka mengatakan kami teman, aku bahkan mengundang mereka makan sebelumnya…”

Hey, hentikan, aku tidak kuat mendengarnya lagi.

… Ini tampaknya akan menjadi sesuatu. Desa klan penyihir aneh penuh dengan orang aneh, dan anak ini yang satu-satunya memiliki nalar, jadi dia menjauh dari yang lain.

Betapa menyedihkannya…

“Dan juga, pertandingan apa yang akan kita lakukan hari ini? Aku hanya bisa menggunakan sihir explosion, jadi aku sungguh tidak ingin bertarung dengan sihir.”

“… Itu benar. Kau seharusnya belajar sihir lain juga. Kau seharusnya memiliki banyak poin skill sekarang.”

“Aku melakukannya. Aku menggunakan semua poinku untuk ‘explosion power raise’ dan ‘speed chanting’…”

( Note: explosion power raise = meningkatkan kekuatan explosion. Speed chanting = merapal cepat )

“Bodoh! Kenapa kau sangat terobsesi dengan sihir ledakan!”

Bagus, terus beritahu dia.

“Tapi itu sangat bermasalah… duel apa yang harus kita lakukan…”

Selagi Yunyun sedang kebingungan karena itu, Megumin berkata:

“Apa saja tidak masalah, aku bukan anak kecil lagi yang mempermasalahkan tentang menang atau kalah.”

Mendengar si loli mengatakan itu dengan santai, Yunyun menyeringai pelan.

“Bukan anak kecil lagi? Aku ingat kita bertanding dalam tingkat pertumbuhan kita sebelumnya. Karena kau mengatakan kau bukan anak kecil lagi, mau mencoba itu lagi?”

Menghadapi ejekkan Yunyun, Megumin dengan simpel berkata:

“Tidak, maksudku aku bukan anak kecil lagi dalam hal lain. Hubunganku dengan Kazuma sudah berkembang sangat jauh yang bahkan kami mandi bersama sebelumnya.”

“!”

“Hey! Diam, jangan beritahu yang lain tentang itu!”

“!?!”

Setelah mendengar percakapanku dengan Megumin, wajah Yunyun berubah menjadi merah, mulutnya terbuka tertutup dan seluruh tubuhnya kaku.

“… I-ini kekalahanku hari ini–!”

Setelah mengatakan itu, Yunyun melarikan diri dengan air mata.

Aku dan Megumin berdiri terdiam beberapa saat.

Lalu Megumin mengeluarkan sesuatu dan mulai menulis.

Melihat secara dekat, itu terlihat seperti notebook.

Dia menulis tanggal untuk hari ini dan menandakan dengan lingkaran kecil di sampingnya.

“Aku menang lagi hari ini.”

“Kau, kau… apa ini tidak apa-apa…?”

–Setelah melihat Yunyun yang meratap melarikan diri, aku dan Megumin memutuskan untuk kembali ke mansion.

“Ara, kalian kembali. Nah, lihat lihat. Ada pengamen di jalan, dia berkata dia tidak membutuhkannya lagi dan memberikannya padaku. Dia tampaknya berencana untuk mewarisi pertaniannya di kotanya. Aku tidak mengerti kenapa, tapa ini beruntung!”

Saat kami pulang, aku melihat Aqua duduk di sofa ruang tamu, bermain dengan beberapa trinket dengan senang.

Setelah menghancurkan hati pengamen, dia mengambil alat dagangnya.

Aku ingin memberitahunya untuk tidak mengganggu kehidupan orang lain, tapi…

“Darkness masih belum kembali… dia seharusnya kembali malam ini kan…”

Melihat Aqua mahir memainkan trinket itu, Megumin bergumam.

–Pada akhirnya, Darkness tidak kembali hari ini.



PreviousTOCNext

You may like these posts

Komentar

  1. To insert a code use <i rel="pre">code_here</i>
  2. To insert a quote use <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. To insert a picture use <i rel="image">url_image_here</i>
Tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, komentar dengan link aktif tidak akan ditampilkan.
Admin dan penulis blog mempunyai hak untuk menampilkan, menghapus, menandai spam, pada komentar yang dikirim