KonoSuba Volume 4 - Chapter 1

Part 1


Musim semi.

Itu adalah musim dimana salju meleleh dan waktunya untuk para petualang yang menutup diri mereka di dalam rumah untuk berpetualang lagi.

Para monster menjadi aktif dalam musim kawin mereka, seperti itulah musim semi.

Juga—

“Tidak mau–! Tidak! Di luar dingin! Nah, ada apa dengan kalian? Apa kalian berdua bodoh? Masih ada salju di manapun, kenapa terburu-buru untuk pergi keluar? Apa kalian masih bocah? Apa kalian satu tingkat dengan anak kecil yang ingin bermain di luar? Jika kalian sangat menginginkannya, kalau begitu pergilah dengan hanya kalian berdua!”

Musim semi juga dikenal sebagai waktunya orang berubah menjadi emosian.

Itu sekarang mungkin musim semi, tapi masih ada salju di luar kota.

Aqua memegang sofa di depan perapian selagi Darkness dan Megumin mencoba dengan semua kemampuan mereka untuk menariknya.

Dalam membalas mereka berdua yang ingin melakukan quest karena gelombang besar jumlah monster, Aqua melempar kemurkaan dengan mengatakan “Itu masih dingin” dan “Tidak mau”.

“Siapa yang bocah, Aqua, kau yang bertingkah seperti anak kecil! Cepatlah, kita pergi! Kau sudah cukup bermalas-malasan saat musim salju, ini hanya masalah waktu untuk mulai kerja! Atau yang lain…!”

“Kodok dan monster lain menjadi aktif di luar kota, aku mendengar petani yang berhadapan dengan itu menghilang. Para petualang mempunyai kewajiban untuk melindungi penduduk! Hey, hey Aqua! Lepaskan tanganmu sekarang! Jika tidak…!”

Megumin dan Darkness menatap ke arahku selagi mereka mengatakan itu.

“Kau akan menjadi seperti itu!” x2

Suara mereka bersatu.

Aqua secara takut mengikuti arah tatapan mereka dan melihat ke arahku.

“Aku tidak ingin menjadi seperti itu apapun yang terjadi… tapi sebelum meyakinkanku, uruslah gelandangan itu!”

Aqua mengatakan sesuatu yang kasar dengan ekspresi yang rumit.

“Hey kalian para gadis, bahkan aku yang lembut akan mengamuk jika kau melakukan itu. Apa yang kalian bicarakan, memanggilku gelandangan itu kasar tau?”

“Jika kau memiliki sesuatu untuk dikatakan kalau begitu keluar dari sana dulu.”

Aqua yang masih memegang sofa membalas dengan protes.

Cuacanya mendinginkan tulang hari ini. Aku tidak dalam mood untuk membalas pendapat bodoh seperti itu dan menarik kepalaku ke dalam.

Menarik kembali ke senjata pamungkas dari Jepang, Kotatsu.

( Note: Kotatsu adalah meja penghangat ala Jepang )

–Setelah membunuh pemimpin raja iblis Vanir, kami kembali ke kota.

Dan menemukan iblis itu masih sangat hidup dan bekerja di toko Wiz.

Lalu dia membuat ramalan yang buruk mengenai Darkness dan mengusulkan kesempatan bisnis.

Saran bisnisnya adalah— menjual barang-barang dari dunia asliku.

Aku hanya perlu mengembangkan barang dagangku, membuatnya dan penjualannya akan diselesaikan oleh Vanir.

Bagaimanapun inilah niatku melakukan suatu hal. Dan juga melakukan permintaan Vanir dan mengembangkan barang dagangku dalam waktu luangku saat musim salju—

“… Kazuma. Itu hanya masalah waktu untukmu keluar dari sana kan? Atau lain itu buruk karena mempengaruhi Aqua. Aku mengerti Kazuma itu sungguh mampu dan alat penghangat dari negaramu sungguh menarik. Tapi salju di luar sudah meleleh. Ini waktunya untuk aktif lagi okay?”

Megumin membungkukan badannya dan berkata dengan senyuman lembut padaku yang bermetamorfosis menjadi bekicot kotatsu, seakan-akan dia menenangkan anak kecil yang keras kepala.

“Itu benar Kazuma. Kotatsu itu sangat hebat saat musim salju. Namun, ini waktunya untuk pergi. Ayo, bantu aku seperti yang kau lakukan di dalam dungeon lalu. Cepatlah, bersama…”

Darkness juga tersenyum dengan membungkuk dengan tangannya yang mengulur melepaskan selimut…

Aku merapal sihir ke leher Darkness yang tak terlindungi.

“Freeze!”

“Ahhh–!?”

Leher dan punggung Darkness yang tiba-tiba membeku berteriak.

Itu mungkin dua kali lebih efektif dalam musim ini, itu membuat Darkness menangkup lehernya dan menggigil selagi dia jongkok di atas karpet.

“O-orang ini membalas! Jangan paksakan keberuntunganmu Kazuma! Kau terlalu banyak bermalas-malasan meskipun hutangnya telah lunas! Bangunlah sekarang! Ah, apa yang ingin kau lakukan dengan tangan itu, jangan menolak dan patuhlah aahhhh–!”

Aku memegang tangan Megumin selagi dia mencoba menarikku keluar dan menggunakan ‘Drain touch’.

Megumin yang mana dan tenaganya kehisap menggoyangkan tangannya dengan menyalak.

Dia melompat ke belakang dengan panik untuk menjauh dan jatuh di atas karpet.

Megumin menabrak Darkness yang masih memegang lehernya dan menahan kepala belakangnya, mengerang selagi dia menendang ke udara.

“Jangan meremehkanku. Lagipula, aku Kazuma-san yang berurusan dengan pemimpin pasukan raja iblis dan target buronan. Kau pikir crusader ceroboh dan arch wizard bodoh bisa membunuhku? Kembalilah lagi setelah naik beberapa level.”

Aku mengeluarkan kepalaku dari kotatsu dan menceramahi mereka.

“… Kazuma-san menjadi bagus dalam menggunakan trik, betapa merepotkannya. Tapi aku baik-baik saja dengan itu, tidak ada yang akan berebut dengan tempat duduk spesialku jika Kazuma tetap di dalam kotatsu-nya.”

Aqua yang menyatu dengan sofa di depan perapian berkata selagi dia melihat ke dua gadis yang lain.

Mereka berdua akhirnya berdiri dengan air mata di matanya dan menatap ke arahku.

Meskipun mereka melihatku seperti ini, aku yang sekarang tidak merasakan aku akan kalah pada siapapun.

Pergi keluar dalam dingin ini, edan…

–Oh tidak.

“Hey, ini buruk. Aku mempunyai hal yang darurat, aku perlu pergi ke toilet. Ini sedikit buruk, tapi bisakah kita berdamai sebentar. Maaf, bisakah kau membawa tikar ke pintu toilet mohon?”

Aku meminta mereka berdua selagi aku mengirim mana ke pemanas kotatsu.

Kotatsu ini menggunakan ore yang akan memanaskan jika kau menyuplainya dengan mana.

Jadi saat aku keluar dari kotatsu, stok mana-nya akan berhenti dan kotatsu-nya akan dingin.

Untungnya, aku mencuri beberapa mana dari Megumin, jadi itu akan panas untuk sementara waktu.

Aku pikir mereka berdua akan marah, tapi mereka merubah tatapannya dan mengikuti perintahku dengan patuh.

Megumin berdiri di depanku, memegang pinggir dari tikar di bawah kotatsu dan berkata.

“Kau pegang sisi lain. Ayo lempar pria ini keluar.”

“Di atasnya. Aqua, aku tahu kau tidak ingin meninggalkan perapian itu, tapi bantulah kami. Kau hanya perlu membantu kami membuka pintu itu.”

“Hentikan, berhenti! Ini tidak berperikemanusiaan! Hey, hentikan…! jika kalian tidak berhenti, aku akan menggunakan ‘steal’! aku akan menggunakan ‘steal’!!”

‘Steal’ sangat efektif melawan para gadis.

Tapi Megumin hanya mengejek.

“Kita sudah mandi bersama, tidak ada yang perlu dipermalukan. Jika kau sengaja mencuri celana dalamku, kau akan dicap sebagai lolicon selamanya!”

D-dia tidak peduli!

Kenapa dia sangat tidak bimbang! Kenapa dia sangat jantan!

“A-aku juga pernah dilihat telanjang dan membasuh punggung Kazuma juga, sesuatu seperti ‘steal’… ‘steal’… uugghh…”

Darkness yang ingin bersaing dengan Megumin, tapi dia bimbang dan menjadi malu.

“Ayo, lempar hikikomori yang berubah menjadi gelandangan ini keluar!”

“Jangan lakukan itu! A-ayo kita berbicara! Ya! Saat itu menjadi hangat aku akan membiarkanmu marapal dua kali sihir explosion dalam satu hari! Aku akan menggunakan ‘Drain’ untuk mengambil mana dari Aqua dan membiarkanmu menggunakan explosion dua kali dalam sehari!”

Megumin bereaksi sangat kuat terhadap kalimat ini, tapi ditolak oleh Aqua.

“Tidak mau! Kenapa harus menggunakan mana suci berhargaku untuk menggunakan hal bodoh seperti itu! Mana-ku adalah tiang dari iman terdalam dari kultus Axis. Ini mana penting yang diberikan kepadaku oleh pemuja muliaku! Aku tidak akan membiarkanmu!”

“Dia mungkin mengatakan itu, tapi aku akan mengambil tanggung jawab untuk mendapatkan mana-nya!”

“Ughhh… dua ledakan… dalam satu hari…”

“Ugghh… Steal… Steal… tidak, tapi, itu mungkin bukan celana dalam dalam sekali serang…”

Aqua sedang meratap selagi Megumin dan Darkness kebingungan dengan pemikiran mereka sendiri. Saat ini.

“Satou-san! Apa kau di sini, Satou-san!”

Seseorang mengetuk pintu dengan keras.

Part 2


Tamu yang mendadak adalah jaksa Sena yang mengadiliku di pengadilan beberapa waktu lalu.

“Satou-san, ini mengerikan! Kadal pelari di luar… kota…”

Sena yang datang berlari dengan wajah pucat melihatku dengan kepalaku yang keluar dari kotatsu dan menjadi diam.

“… Bisakah aku bertanya apa yang sedang kau lakukan?”

“Seperti yang kau lihat, aku menghangatkan diri karena hari ini dingin. Ah tolong tutup pintunya, ini mulai dingin.”

Setelah Sena mendengar apa yang aku katakan, dia menghela nafas berat dan menutup pintunya.

“… Satou-san. Kau membunuh dua pemimpin pasukan raja iblis dan bahkan mengalahkan benteng berjalan destroyer. Aku sangat memujimu dan menghormatimu, tapi…”

Ada apa dengan sikap merendahkan ini hanya karena aku menghangatkan diriku di dalam kotatsu?

“Abaikan gelandangan itu. Apa yang membawamu ke sini dengan tergesa-gesa seperti itu?”

“Ah, benar! Sejumlah besar monster yang dipanggil kadal pelari muncul dan para petualang sedang melawannya. Kadal pelari itu tidak berbahaya… tapi musim kawin mereka dan ratu dari kadal pelari lahir…!”

Menurut Sena.

Sekarang adalah musim kawin dari monster yang dikenal dengan kadal pelari.

Monster ini herbivora, kadal berkaki dua dan normalnya tidak berbahaya. Tapi sekali kadal betina berukuran besar yang dikenal sebagai putri pelari lahir, kadal pelari itu akan menyebabkan berbagai masalah.

Kadal pelari akan berkumpul di bawah perintah dari putri pelari, dan kumpulan itu akan bersaing untuk menjadi pasangan dari putri kadal.

Dan persaingan mereka unik…

–Berlari.

Berdiri tegak, menggunakan dua kakinya, mereka akan berlari dengan kecepatan yang luar biasa.

Seperti kadal berjumbai yang populer beberapa waktu lalu.

Dan mereka tidak bersaing melawan satu sama lain, tapi sebagai gantinya mencari spesies yang cepat, berlomba dengannya dan meninggalkan mereka dalam debu.

Dan salah satu yang menang akan menjadi pasangan putri pelari dan menjadi raja pelari.

Kenapa putri, bukankah seharusnya pasangan raja adalah ratu. Dan jika kau memanggil mereka kadal pelari, kenapa raja pelari, bukan raja kadal? Itu tampaknya kau akan kalah jika kau membantah ini dengan keras.

Aku semakin membenci dunia ini setelah mendengar cara bodoh kadal pelari ini hidup, tapi ini bukanlah hal kecil untuk orang yang berkelana dengan kuda, naga atau burung.

Dalam perlombaan, kadal pelari yang biasanya jinak akan menendang lawan mereka, mau itu kuda ataupun naga.

Dan lalu, dia akan melarikan diri.

Tendangan dari kadal pelari sangat kuat dan akan mematahkan tulang jika terkena pada tempat yang salah.

Dengan munculnya laporan putri pelari, guild memberikan quest untuk mengalahkan kadal pelari…

“Dan juga, aku di sini di tempat Satou-san!”

Sena melihat lurus ke arahku dengan mata penuh antisipasi.

… Aneh.

“Apa yang kau maksud? Bukankah guild memberikan quest pembasmian? Lalu kenapa kau di sini? Bagaimanapun seseorang akan melakukannya.”

“Apa yang kau katakan, bukankah Satou-san saat itu mengatakan saat pemimpin raja iblis menempati dungeon itu— ‘Kewajiban para petualang adalah melindungi warga kota yang hidup di bawah ketakutan pada monster’.”

A-apa aku mengatakan kata keren itu sebelumnya… aku pikir aku mengatakannya.

“Nah, itu tidak berguna untuk mengatakan itu kepada gelandangan kotatsu di sana kan? Aku tidak berpikir Kazuma yang melunasi hutangnya dan membuat keuntungan besar akan bekerja sebelum keuangannya menurun.”

Aqua yang menatap ke arah perapian mengatakan tanpa melihat ke arah sini.

“Yup, lagipula level Kazuma paling rendah di antara kita. Itu normal untuknya menjadi takut.”

Dan sekarang mereka mengatakan omong kosong…

“… Hey kau, sejak kapan level-ku menjadi yang terendah di sini. Aqua kau… aku ingat level-mu sedikit tinggi setelah membunuh semua undead itu. Megumin…”

“Level 26.”

Megumin menunjukkan kartu petualangnya dengan bangga.

“… Kenapa ini sangat tinggi?”

“Aku menghancurkan benteng berjalan detroyer dan pemimpin raja iblis Vanir. Kebanyakan anak buahnya juga diselesaikan olehku. Tentu saja level-ku tinggi.”

Kau bercanda?

Dan dengan level tinggi seperti itu, dia pasti punya banyak poin skill. Tapi dia menggunakan semuanya untuk meningkatkan sihir ledakannya.

Namun, ada satu orang yang level-nya lebih rendah dariku.

“Darkness pasti level-nya lebih rendah dariku kan? Kau tidak bisa mengenai musuh, jadi kau pastinya mempunyai banyak masalah untuk menaikkan level. Aku tidak tahu apa kadal pelari itu, tapi ini belum waktunya untukkku bertempur. Darkness, pergilah naikkan beberapa level…”

“Fufu.”

Darkness menyeringai.

Lalu Darkness mendorong kartu petualangnya ke wajahku dengan arogan.

“Saat pertarungan melawan pemimpin pasukan raja iblis Vanir, topeng boneka yang dia buat sebenarnya terbunuh olehku. Mereka susah untuk orang normal menanganinya, jadi mereka menghasilkan banyak exp…!”

Dia mengatakan dengan kemenangan.

Kartunya menunjukkan level 20.

Aku kesal kepada Darkness yang mendorong kartunya ke wajahku.

“Pui.”

“Ahhh!?”

Aku memukul kartu dengan reflek karena kekesalanku dan Darkness berteriak.

Selagi melirik ke arah Darkness yang mengelap kartunya dengan sedih, aku keluar dari kotatsu, mengeluarkan kartuku dan melihat.

Itu menunjukkan level 13.

… Oh tidak, level-ku menjadi yang terendah sebelum aku mengetahuinya.

Aku mendengar dari Aqua dan yang lain bahwa job petualang lemah bisa dengan mudah naik level dibanding job tingkat atas…

Sena memiringkan kepalanya selagi dia melihat ke arahku yang memikirkan kartuku. Dia melihat lurus ke arahku tepat ke mataku dan mengatakan tanpa keraguan…

“Berapa level Satou-san? Satou-san bertarung dengan pemimpin pasukan raja iblis sebelumnya, itu pasti sangat tinggi…”

“Hey kalian, persiapkan perlengkapan kalian, kita akan pergi melakukan quest!”

Aku menyela Sena dengan pemberitahuan singkat.

Part 3


“Aku pikir Kazuma tidak bisa menangani wanita itu. Apa kau menderita banyak hal saat di dalam penjara?”

Megumin bertanya kepadaku dengan mental dan fisik yang lelah selagi kita berjalan menuju pandai besi di kota.

“Mereka tidak melakukan apapun yang berlebihan, tapi mereka tidak memperlakukanku dengan baik… dia tampaknya memikirkanku sebagai sekutu keadilan atau sesuatu. Aku tipe orang yang lebih milih tidak bekerja dan hidup dalam kehidupan yang stabil, jadi aku berharap dia tidak melihatku dengan mata yang penuh harapan.”

Setelah aku membunuh pemimpin pasukan raja iblis Vanir, Sena selalu datang kepadaku kapanpun saat ada masalah.

Aku bukan seseorang yang memiliki kekuatan spesial seperti Mitsurugi.

Statusku lebih rendah dibanding petualang normal kecuali keberuntunganku.

Sebenarnya, membunuh pemimpin pasukan raja iblis dan mendapatkan bayaran itu hanya keberuntungan.

Tapi untuk datang padaku kapanpun ada masalah…

“Aku merasakan hal yang sama seperti jaksa itu dan sangat menghormati Kazuma. Bahkan dengan lawan yang kuat, kau akan secara tidak bermoral mengambil sisi lemah mereka dan kabur jika sesuatu berubah menjadi buruk.”

“Apa kau memujiku atau meledekku!?”

Kami sampai ke pandai besi selagi kami berbicara.

Sebenarnya, tidak mudah untukku bermalas-malasan saat musim salju.

Aku menerima usul Vanir dan mulai mengembangkan barangku yang mudah untuk diproduksi. Untuk melakukan itu, aku mempelajari skill baru.

Aku meminta kepada pemilik pandai besi untuk mengajariku dan mempelajari skill ‘construct’.

Dengan skill ini, aku bisa bekerja dengan logam dan bahkan bisa membuat beberapa macam hal alat.

Ngomong-ngomong, aku menghentikan semua pekerjaanku saat aku membuat kotatsu.

Sebagai bayaran untuk mengajariku skill, aku mengajarkan teknik membuat katana dari ingatan dalam televisiku yang samar-samar.

Pedang pendek murahku sudah patah, dan dengan pemasukan uangku, aku meminta pemilik toko untuk membuatkan perlengkapan baru untukku.

Dia berjanji untuk menjual pedang pertama yang dibuat menggunakan teknik ini kepadaku.

Aku khawatir bahwa armor dada, gauntlet dan shin guard tidaklah cukup, jadi aku meminta satu set armor lengkap.

Aku mengurung diriku di dalam rumah untuk waktu yang cukup lama, itu pasti sudah selesai sekarang—

“Yo~! Paman, sudah selesai? Apa pedangku sudah selesai?”

“Selamat da… oh itu kau. Katana itu yang kau ajarkan cara membuatnya padaku. Bentuknya terlihat sama seperti yang kau jelaskan…”

Pemilik toko mengeluarkan pedang bersarungnya dan memberikannya padaku.

Lengkungan pedang itu seperti katana.

Aku mengambilnya dan menariknya…

“Oh… ini terlihat hebat…! ini tidak indah atau setajam yang asli, tapi tetap kuambil!”

“Maaf karena tidak sempurna! Aku meneliti teknik ‘pendinginan’ darimu tapi aku tidak mengerti sama sekali. Meskipun begitu, ini pekerjaan yang menarik. Kau hanya perlu menulis nama pada jimat sihir ini dan menempelkannya di bagian pangkal pedang untuk menyelesaikannya. Ini akan menjadi pedangmu yang berharga dari sekarang, jadi berikan namanya.”

Pemilik toko berkata dengan senyum kasar selagi dia mengeluarkan armor yang aku pesan.

Memberi nama pedang ini…

Aku memperhatikan pedang ini dan memikirkan nama pedang yang ada di dalam game.

“Kazuma Kazuma, cepatlah beri nama. Aku telah berdiam di dalam rumah sepanjang musim salju, doronganku menumpuk!”

“… Tapi kau sudah merapal explosion setiap hari. Sabarlah, menamakan senjata itu penting. Aku perlu memikirkan ini hati-hati…”

Aku membalas Megumin yang sangat bersensasi dan berlari ke arahku yang terjatuh dalam pemikiran dalam.

Muramasa… Masamune… Kotetsu…

“Nih, armor lengkap untuk pria yang kau pesan. Aku menaruh banyak adamantite di dalamnya, perlengkapan kualitas tinggi untuk petualang di kota ini. Gunakanlah dengan baik.”

Selagi aku berpikir tentang senjata mana yang akan kugunakan, pemilik toko membawakan armor-nya.

Armor lengkap yang bersinar hijau yang mengancam, membuatku merasa bahwa aku akan terluka jika aku memakai ini.

Aku memakai armor dengan gembira…!

“Bagaimana. Pas kan?”

Pemilik toko berkata dengan percaya diri.

Ukurannya sangat pas. Meskipun ini pas…

“… Ini terlalu berat, aku tidak bisa bergerak.”

“…….. A-apakah seperti itu…”

Pemilik toko melihatku seakan-akan aku bocah yang menyedihkan.

Ini tampaknya karena statusku yang lemah, aku tidak bisa menggunakan peralatan kelas tinggi seperti itu.

Untungnya, ukurannya standar dan pemilik tokonya menerima pengembaliannya.

Aku berencana meningkatkan serangan dan pertahananku secara drastis, tapi tidak bisa.

Aku kira mendapatkan senjata cukup untuk sekarang.

“Semua yang tersisa adalah menamakan pedangnya. Aku harus melakukannya dengan serius… Kiku-Ichimonj… Kogarasumaru…”

Selagi aku memikirkannya dengan tanganku yang bersilang, Megumin tiba-tiba datang ke sisiku dan berkata.

“Chunchunmaru.”

“… Apa yang kau katakan?”

“Aku mengatakan Chunchunmaru. Namanya sekarang ‘Chunchunmaru’.”

Sebelum aku menyadarinya, Megumin sudah memeluk pedangku dengan erat.

…. Tidak tidak tidak.

“Bagaimana bisa kau memanggilnya dengan nama aneh seperti itu. Ini barang custom yang mahal okay? Sebagai pedang berhargaku, aku harus memberi nama yang keren…”

“Ah!”

Pemilik toko berteriak saat dia melihat Megumin memeluk pedang itu.

Aku melihat ke arah pedang itu dan melihat jimat di pangkal pedang.

Di atas jimat itu…

“… Gagal, kau sudah menulis namanya…”

“Aku melakukannya. Dari hari ini dan seterusnya, pedang ini akan dikenal sebagai Chunchunmaru. Itu sudah selesai, Kazuma! Ayo lakukan quest!”

“Ka-kau, apa yang telah kau lakukan! Ahhh… pedangku…!”

Megumin menarikku dengannya selagi aku memegang pedangku yang diberi nama aneh.

“—Hey kau… pedang ini menghabiskan banyak uang, dan kau hanya… jika aku menggunakan pedang ini untuk membunuh raja iblis, ini akan ditampilkan di museum dan diberi label ‘Senjata dari pahlawan legendaris, pedang suci Chunchunmaru’— Bagaimana kau akan memperbaiki itu!”


“Aku sudah memberikan nama keren di tempat saat Kazuma bimbang, kenapa kau tidak senang. Dibanding itu, dapatkah Darkness membujuk Aqua untuk keluar?”

Megumin berkata dengan sedikit gelisah.

Kami meminta Darkness untuk membujuk Aqua selagi kami pergi mengambil senjata, tapi…

“Tidak mau–! Aku tidak mau pergi hari ini! Besok! Aku akan pergi jika besok hangat! Aku memiliki perasaan buruk tentang hari ini, ini insting dari dewi!”

“Berhenti mengatakan hal tidak jelas tentang dewi! Cepatlah, berhenti memegang sofa… Ah, jangan, jangan tarik rambutku!”

–Di dalam mansion, kami melihat Aqua dan Darkness sedang bergulat di lantai.

Pembujukkannya telah gagal… tidak ada pilihan lagi.

“Darkness, biarkan Aqua menjaga rumah karena dia tidak ingin. Hanya kita bertiga sudah cukup.”

“Seperti yang diduga dari Kazuma! Ini jarang, tapi kau terkadang bisa mengatakan hal yang bagus! Lihat Darkness, Kazuma-sama sudah mengatakan itu, jadi lepaskan aku!”

Aqua menganggapku sebagai sekutu dan mulai menepak Darkness yang memegang tangannya.

“Lupakan itu— kalian berdua, ini quest pertama kita setelah waktu yang lama. Setelah mendapatkan bayarannya, ayo makan makanan yang enak di luar. Pesta hot pot!”

Dewi pesta sangat bereaksi saat aku mengatakan itu.

Mereka berdua menyadari maksudku dan saling melihat satu sama lain—

“Itu benar, kita akan memulai petualangan baru setelah musim salju berakhir. Untuk perjalanan yang jauh, ayo makan makanan yang banyak malam ini.”

“Bagus, ayo bersenang-senang di luar. Aku tahu toko bagus yang melayani bangsawan. Aku akan memesan tempat di sana malam ini.”

Mereka langusng mengatakan sesuatu seperti itu.

Darkness melepaskan kerah Aqua, dan Aqua mulai berbicara dengan gelisah.

“…. Nah, kalian, bagaimana kalau membeli bahan-bahannya kembali dan pesta hot pot di rumah? Benar, aku akan menyiapkan bahan-bahannya untuk semua orang yang lelah setelah berpetualang. Jadi aku pikir akan lebih baik untuk pesta di sini.”

Kami membalas Aqua bersama.

“Tolong jaga rumah.” x3

“Wahhhh, aku salah jangan tinggalkan aku–!”

Part 4


Dataran terbuka di luar kota yang masih tertutupi sisa-sisa salju.

“Baiklah, ini tempat yang bagus. Ayo mulai!”

Di atas salah satu dari beberapa pohon, aku mengambil tempat untuk memantau dan memberikan sinyal untuk memulai operasi.

“Aku siap tidak masalah! Biarkan Kazuma menaikkan level dengan cepat dan segera mengalahkan raja iblis untukku.”

Aqua menyilangkan tangannya di bawah pohon yang aku berada di atasnya, melihat targetku seperti Nio.

( Note: patung penjaga dari Buddha yang berotot yang diisi dengan kemarahan )


Sekarang dia mengatakan itu, tujuan kami adalah membunuh raja iblis…

“Yeah, sihir pendukung Aqua memberikan efek. Dengan ini, aku bisa mengalahkan banyak jumlah dari mereka!”

Dengan pedangnya menancap di tanah, Darkness berdiri dengan keren dengan kedua tangannya di pangkal pedang dan terlihat sangat dapat diandalkan.

“Serahkan yang terpisah padaku. Aku akan meledakan mereka semua jika mereka mendekat.”

Megumin mengambil kuda-kuda dengan tongkatnya dengan senyuman yang berani.

–Dengan level diatas 20 (kecuali aku) dan perlengkapan lengkap, kami bisa disebut sebagai petualang tingkat menengah.

“Kalau begitu ayo! Lakukan seperti yang direncanakan! Aku akan menggunakan snipe kepada raja pelari dan putri pelari! Tanpa mereka berdua, kadal pelari akan bubar, jadi kita bisa mengabaikan yang mudahnya. Jika snipe gagal dan mereka menyerang kita, aku akan melakukan snipe lagi selagi Darkness menahan mereka. Jika itu masih gagal, Megumin akan meledakkan mereka dengan explosion sebelum mereka mengepung kita, aku akan mengurus yang terpisah dari atas. Aqua akan membantu semuanya dengan sihir… baiklah, mulai!”

Kami selalu bertingkah sesuka hati, tapi sekarang kami membuat rencana dan memperhitungkan kemungkinan kegagalannya.

Aku tidak ingin menjadi pemula selamanya.

Menggunakan farsight dari atas pohon, aku bisa melihat kumpulan kadal pelari dari kejauhan.

Kadal pelari terlihat seperti yang Sena jelaskan.

Seperti kadal berjumbai yang menjadi hijau, besar dan berdiri tegak dengan dua kaki.

Dalam kumpulan dari kadal pelari, ada satu yang dua kali lebih besar dari yang lain.

Itu memiliki jambul seperti tanduk di atas kepalanya dan kadal lain mengikutinya seperti pelayan.

“Hey Aqua, di sana ada kadal pelari dengan jambul seperti tanduk di kepalanya. Aku tahu itu putrinya, tapi yang mana rajanya?”

“Bagaimana aku tahu yang mana rajanya. Raja pelari… pastinya salah satu yang terlihat mempunyai sifat angkuh kan?”

Aku ingin membantah bagaimana bisa mengetahui kalau kadal itu angkuh, tapi aku menyerah. Akulah yang bodoh karena bertanya kepadanya.

Aku bisa memberitahu yang mana putri pelari dari penampilannya, tapi untuk menemukan kadal yang memenangkan balapannya…

Aku melihat kadal yaitu putri pelari bergantung dengan sekitar.

Benar, pemenangnya pasti pasangan dari putri itu.

Salah satu yang dekat dengan putri itu seharusnya adalah raja pelari.

Aku membidik kadal itu dan menarik kencang panahku…!

“Oh, serahkan padaku Kazuma, aku punya ide! Jika pemenang balapannya adalah raja pelari, kalau begitu yang paling cepat! Diantara sihir suci, ada satu yang kebalikan dari mengusir musuh yaitu menarik monster! Jika kita panggil kadalnya ke sini, yang tercepat sampailah rajanya!”

Rencana kami adalah menembak rajanya dari jauh, tapi mengetahui mana targetnya adalah yang terpenting.

Tapi metode Aqua menarik musuh ke sini untuk mengetahui yang mana rajanya itu berlawanan dari rencana awal.

“Hey apa yang kau katakan. Apa mahkluk seperti dewi mempunyai kebiasaan menaruh minyak di atas api? Aku sudah menemukan rajanya, jadi jangan lakukan…”

“Force Fire!”

Sebelum aku selesai berbicara, Aqua merapal sihirnya.

Api putih kebiru-biruan menyala di tangan Aqua. Setelah melihat api itu, aku ingin menghajarnya meskipun aku bukan monster.

Emosiku yang ingin memarahinya karena melakukan hal yang tidak perlu pasti efek dari sihir itu kan?

Kadal pelari yang di kejauhan juga melihat api itu.

Mereka menangis gelisah dan berlari ke arah Aqua.

“Sangat cepat!” x3

Aku, Megumin dan Darkness terpukau dengan kecepatan kadal itu.

Megumin mulai merapal sihir ledakan dengan tergesa-gesa, tapi dengan kecepatan itu, mereka akan sampai di sini sebelum dia menyelesaikannya.

Darkness berdiri di depan Megumin selagi aku memasang panahku dan berteriak marah ke arah Aqua.

“Kau bodoh, apa kau merasa tidak senang kalau tidak mengacaukan sesuatu! Tidak ada yang memintamu berpura-pura menjadi idiot, jadi selesaikan apa yang kau lakukan! Ini akan selesai jika aku membunuh raja dan putrinya, kenapa pula kau menarik mereka ke sini?!”

“Kenapa, kenapa kau tiba-tiba mengatakan semua ini?! Aku hanya ingin membantu, kenapa kau sangat marah! Ahh, aku tahu! Perkembangan ini akan sama seperti biasanya kan?! Kadal-kadal itu akan mengacaukanku dengan buruk! Aku sudah tahu ini akan datang, jadi menyingkirlah!”

Setelah aku menceramahi Aqua, dia berteriak dengan putus asa, dan berbaring di tanah dengan marah dan meregangkan lebar seluruh anggota tubuhnya.

“Rapal sihir penyembuh dan pendukung kau bodoh! Jangan berbaring di sana, kau akan diinjak!”

Selagi aku berteriak, aku membidik raja pelari yang mendekat dengan kecepatan luar biasa dan menembaknya dengan skill snipe-ku.

Bidikkanku tepat dan panahnya mengenai raja kadal di kepalanya di tengah dua matanya.

Akurasi dari snipe bergantung dengan keberuntungan.

Meskipun aku kurang berpengalaman dengan panah, akurasiku tinggi karena keberuntungan tinggiku dari lahir.

Aku pikir kadal lain akan bimbang setelah membunuh rajanya, tapi entah mengapa, kadal lain menjadi lebih ganas.

“Hey Aqua, jangan hanya tiduran di sana! Aku telah membunuh yang terlihat seperti raja, tapi mereka malah menjadi semakin agresif!”

Aqua masih berbaring di tanah dengan anggota tubuhnya yang merenggang lebar.

“Jika kau membunuh rajanya dulu, kadal lain akan bersemangat karena mereka mempunyai kesempatan untuk menjadi raja baru. Kau seharusnya membunuh putri kadal dulu.”

“Jika ada sesuatu yang penting seperti itu katakanlah dari awal ahhhhhhh! Me-Megumin! Megumin! Apa sihirmu sudah siap!? Aku memberi izin menggunakan sihir explosion! Jaraknya sudah cukup, ledakan mereka!”

“Serahkan padaku, wahahha! Rasakan sihir ledakanku! ‘Explosion’–!”

Tapi, tidak ada yang terjadi.

“!? Ahhh! Mana! Kazuma, aku tidak cukup mana untuk merapal explosion!”

“Ah!? Kenapa disaat seperti ini… oh sial!”

Itu karena aku menyerap mana Megumin pagi ini!

“A-a-apa yang harus kita lakukan Kazuma! Putri pelari! Putri pelari sungguh…!”

Aku melihat, dan kadal besar dengan jambul— putri kadal dan pelayannya mengarah ke arah kami dengan cepat dan sangat marah karena kematian pasangannya yaitu raja pelari.

Aqua berbaring di bawah pohon dan aku di atasnya sedangkan Megumin di sampingnya.

Darkness berdiri di depan mereka untuk melindungi mereka…!

“Hahahahahah! Majulah–!”

Dia berteriak dengan semangat tinggi.

Gerombolan kadal pelari menabrak Darkness yang berdiri di depan Megumin!

“Wahahaha! Ka-Kazuma-san Kazuma-san!!”

Aqua akhirnya berteriak selagi kadal pelari menabraknya, tapi aku tidak punya waktu untuknya.

Putri pelari menentukan bahwa aku adalah musuh dan menatapku.

Dari kecepatannya dia berlari, dia pasti berencana untuk melompat dan menendangku jatuh dari pohon, betapa menyeramkannya!

“Bertahanlah sedikit lama lagi Darkness! Aku akan mengurus mereka sekarang!”

“Jangan pikirkan aku! Ahhhh, gu-gunakanlah waktumu ugghh–!”

Selagi aku mendengarkan Darkness yang ditendang berkali-kali oleh kadal pelari.

Aku menarik panahku dan membidik tepat di antara kedua mata tuan putri…!

“Kukyeee—!!”

“Snipe!”

Aku menembakan panah ke arah putri pelari yang menendangku!

Dalam jarak ini, aku tidak akan meleset bahkan tanpa snipe.

Panahnya tepat mengenai target, dan kaki dari putri pelari kehilangan kekuatannya dan tidak mengenaiku.

“Tepat waktu…!”

Aku bergumam pelan kepada diriku sendiri saat adrenalin dalam tubuhku meningkat karena berhadapan dengan musuh kuat.

Tubuh dari putri pelari mengenai pohon dengan inersianya.

( Note: id.wikipedia.org/wiki/inersia )

Melakukan pose keren yang ceroboh setelah menembakkan panahnya, aku kehilangan keseimbanganku dan terjatuh dari pohon.

Kadal pelari melihatku terjatuh…!

–Dan menyingkir dengan gesit.

Dan aku terjatuh dengan kepala yang mengenai tanah duluan dan mendengar suara gedebuk yang redup.

“Ka-Kazuma!? Kau baik-baik saja!? Aqua! Kazuma terjatuh dalam posisi yang aneh! Gunakan sihir penyembuh…”

Selagi aku mendengarkan suara Megumin yang sangat gelisah, kesadaranku perlahan—

Part 5


“…………..”

“…………..”

Aku berdiri di sana dengan tatapan kosong, saling berhadapan dengan dewi Eris.

Itu adalah kuil suci seperti ruangan yang aku kunjungi saat Fuyu-shogun membunuhku.

Seperti saat itu, aku berdiri tepat di sini.

Di depanku, dengan rambut panjang keperakan dan mata biru—

Adalah Eris yang luar biasa cantik.

Dewi asli ini menggaruk pipinya dengan jarinya dan berbicara dengan ekspresi bermasalah.

“… Erm, tolong hidup dengan hati-hati ya? Itu memerlukan banyak usaha untuk melanggar peraturan dan membangkitkanmu… Bagaimanapun Senpai akan membangkitkanmu, tapi aku satu-satunya yang menderita…”

“Maaf, aku tidak memiliki apapun untuk dikatakan kepada diriku sendiri, maafkan aku!”

Setelah membunuh putri pelari, aku terjatuh dari pohon dan mati selagi aku mengumandangkan kemenanganku.

Bahkan aku berpikir ini cara yang konyol untuk mati.


Eris mendesah dengan dalam.

“Karirmu adalah petualang, jadi situasi yang berbahaya sangat dimengerti. Aku tahu itu tapi… kau terlalu ceroboh kali ini…”

Aku tetap merendahkan kepalaku dan meminta maaf kepada Eris.

Aku membuat masalah kepadanya lagi.

“Erm… apa yang terjadi dengan yang lain setelah aku mati? Apa mereka baik-baik saja?”

“Ya, tidak ada masalah. Senpai diinjak-injak karena dia berbaring di tempat itu dan memohon bantuan saat pertengahan… tapi selagi Darkness menjadi benteng, putri pelari telah mati dan kadal-kadalnya bubar. Megumin-san tidak terluka berkat Darkness yang melindunginya. Senpai sedang memperbaiki tubuhmu sekarang.”

Bagus, jadi quest-nya bisa disebut sukses.

Itu tidak masalah untuk membiarkan mereka menunggu sebentar.

Meskipun aku mati, aku secara tidak terduga tenang.

Mungkin kepalaku terpukul saat aku mati jadi tidak ada rasa sakit apapun, atau aku telah terbiasa dengan itu.

Aku melihat sekitarku seakan-akan aku sedang melihat-lihat.

“… Kau sangat tenang meskipun kau mati. Orang yang datang ke sini biasanya sangat bingung…”

“Itu normal, sekali di Jepang, dua kali di dunia ini. Totalnya aku sudah berkunjung tiga kali.”

Aku menjawab Eris selagi aku melihat di sekitar ruangan.

… Tidak ada apapun di sini.

Eris melihat ke arahku secara tenang selagi aku memeriksa di sekitarku.

Tidak ada yang bisa kulakukan, jadi kami berdua melihat satu sama lain.

…. Oh tidak, ini jadi canggung.

Kenapa Aqua sangat lama.

Tapi…

“Tidakkah kau merasa bosan tinggal di ruangan ini tanpa apapun? Aku tidak tahu ada berapa banyak orang di dunia ini, tapi apa orang-orang sering berkunjung ke sini?”

Eris menjawabku dengan senyuman.

“Itu benar. Tugasku untuk memandu orang yang mati karena monster… aku biasanya sibuk, tapi para petualang berdiam di dalam rumah saat musim salju dan aku sangat bersyukur bisa libur. Jika aku bosan, itu berarti semua orang aman, jadi tidak melakukan apapun itu bagus.”

Eris berkata dengan senyuman cerah.

Aku tidak bisa menahannya lagi. Apa yang terjadi. Dadaku kaku dan wajahku memerah.

… Aku selalu berpikir ada sesuatu yang hilang di dalam kehidupanku di dunia lain ini.

Meskipun kami tinggal dalam atap yang sama, tidak ada perkembangan romantis sama sekali di antara aku dan teman-temanku.

Mereka terlihat sedap dan bagus. Tapi…

Yang memanggil dirinya sendiri dewi yang melamun di depan perapian dan hanya makan dan tidur.

Dia baru saja ulang tahun yang ke-14, tapi mungkin tetap ada pembatasan hukum. Kompetitif dan loli maniak ledakan yang bermasalah.

Penampilannya terlihat bagus saat pertama kali lihat, tapi dia mempunyai fetish aneh, putri gila dari kaum bangsawan.

Yang aku inginkan bukan yang terlalu ekstrim.

Aku hanya ingin gadis lembut dengan mempunyai nalar.

–Itu benar, heroine utamanya tepat di sini.

Selagi aku merasa canggung dengan wajahku yang memerah.

“Sebenarnya, aku tidak tinggal di sini setiap waktu. Aku akan meminta seseorang untuk menutupi tugasku dan bermain di dunia makhluk hidup kali-kali… jaga rahasia ini ya?”

Eris-sama menutup satu matanya dan tersenyum nakal seperti yang dia lakukan terakhir kali.

Oh, hnngg…

Aku mengangguk kepalaku dengan cepat dengan wajah yang tersipu saat—

“Kazuma! Kau bisa mendengarku? Aku sudah menggunakan resurection, kau bisa kembali sekarang. Suruh Eris untuk membuka pintunya cepat!”

Setiap kali, gadis ini tidak bisa membaca suasana yang akan bertubrukan seperti ini.

Kenapa kau tidak menunggu sedikit lama lagi…

Aku memikirkan tentang sesuatu yang sangat berbeda dari pemikiranku sebelumnya dan hampir menggigit lidahku.

“Tunggu sebentar. Aku masih punya banyak hal untuk berbicara dengan Eris-sama. Jagalah tubuhku sebelum aku kembali.”

Aku menjawab dengan kencang ke tempat kosong.

Eris-sama menyalak “Huh!?” dengan pelan, lalu menurunkan kepalanya dengan malu.

Aku tidak tahu jika suaraku sampai kepadanya. Sekeliling menjadi hening.

“Ah!? Apa yang kau katakan!? Jangan mengatakan hal tidak jelas seperti itu dan kembali ke sini! Naikkan level-mu bunuh raja iblis dan kembalikan aku ke surga!”

Perkataan Aqua mengingatkanku kepada kenyataan.

–Membunuh raja iblis.

Itu benar, membunuh raja iblis. Aku yang ber-level rendah dan tidak berdaya harus menantang raja iblis.

Dan aku diberatkan oleh kumpulan anak-anak yang bermasalah.

Meskipun aku dibangkitkan, aku hanya akan menderita karena mereka bertiga dari sekarang, dan mengerjakan pekerjaan rumah yang sarap yaitu membunuh raja iblis.

Aku menyadari situasinya.

Bekerja keras, membangkitkan kekuatan yang luar biasa dan membunuh raja iblis dengan keberuntungan— dunia sialan ini tidak membiarkan sesuatu yang sangat baik terjadi.

Aku mungkin akan mati beberapa kali dari sekarang.

Kenapa aku bekerja sangat keras?

… Aku tidak menjawab Aqua dan terjatuh dalam pemikiran yang dalam.

Aku merenungkan tentang kehidupan masa depanku dan kesulitan akan kualami dari sekarang—

Aku memilih mulai hidup baru dengan reinkarnasi.

“Hey Aqua! Aku lelah dengan kehidupan itu dan tidak ingin kembali! Aku ingin reinkarnasi sebagai bayi dan memulai lagi! Kirim salamku kepada yang lain!”

“Ehhh!?”

Saat dia mendengar perkataanku, Eris berteriak.

Pada akhirnya…

“Perkataan tidak jelas apa yang kau katakan! Tunggu!”

Selagi aku mendengarkan suara panik Aqua, aku kembali ke Eris.

“Singkatnya, Eris-sama, aku mempunyai pemintaan. Aku tidak akan meminta banyak— tapi jika mungkin, aku berharap menjadi laki-laki di kehidupanku selanjutnya. Aku berharap lahir di dalam keluarga dengan kakak yang cantik dan adik yang imut.”

“Tu-tunggu sebentar! Mo-mohon tunggu sebentar!”

Eris terlihat panik saat dia mendengar apa yang aku katakan.

Suara Aqua keluar lagi.

“Kazuma! Darkness berkata jika kau tidak kembali, dia akan mencoret-coret wajahmu! Dia memegang spidol dengan bersemangat sekarang!”

… A-aku tidak akan terganggu dengan sesuatu seperti ini.

Lagipula aku sudah mati, lakukan apapun yang kalian inginkan dengan tub…

“…? Apa yang kau lakukan Megumin? Apa yang kau lakukan dengan baju Kazuma… hmmm Megumin!? Tunggu, tunggu Megumin!?”

“Hey, hey hentikan, apa yang kalian lakukan dengan tubuhku? Jangan menodai tubuhku, kalian akan dikutuk!!”

Bagaimana bisa mereka menyiksa tubuhku?

Selagi aku merasa gelisah, Aqua berteriak.

“Megumin! Megumin!! Tunggu, Kazuma-sama! Kembalilah! Cepat!!”

“Hey hentikan! Aqua, hentikan Megumin! Hentikan…! E-Eris-sama mohon! Mohon buka pintunya! Aku mohon padamu!!”

Melihat betapa gelisahnya aku, Eris tertawa kecil dan menjentikkan jarinya.

Pintu putih murni muncul di depan kami.

Aku berdiri di depan pintu itu dengan tergesa-gesa…

“Baiklah, Kazuma-san. Aku akan berdoa kau tidak akan datang ke sini lagi. Bon Voyage!”

Mendengar Eris mengucapkan selamat tinggal, aku membuka pintu…!

Part 6


Wajah Megumin yang merah karena marah muncul di depan mataku.

Dia mendudukiku, merapihkan baju di atas dadaku.

“… Hey, apa yang kau lakukan? Aku berpikir kau yang satu-satunya memiliki nalar kecuali menjadi maniak ledakan dengan nama aneh, apa yang kau lakukan padaku?”

Megumin tidak menjawab, berdiri dan berkata.

“Hey, jika kau mempunyai komentar tentang namaku coba katakanlah… ini semua salahmu memberikan candaan mengatakan ‘tidak kembali’. Jika kau meluapkan kemarahan seperti itu lagi, aku akan melakukan hal yang lebih buruk lagi.”

Dia berpikir ini adalah candaan, tapi dia akan semakin marah jika aku memberitahunya bahwa aku setengah serius.

Aku memeriksa seluruh bagian tubuhku dan duduk.

“… Nah, apa yang kau lakukan padaku? Tergantung apa yang terjadi, aku mungkin akan malu untuk melihat wajah Megumin besok dan selanjutnya.”

Aku menatap ke arah Darkness dan melihat dia berjongkok dengan tangannya yang menutupi wajah merahnya.

Aku melemparkan tatapan curiga ke arah Aqua yang duduk di sisiku, menungguku untuk berdiri…

“… Kenapa kau membuat dewi yang suci untuk mengatakan itu? Tanyalah pada dirimu sendiri.”

Dia memalingkan wajahnya.

“Nah, kasih tahu Megumin. Jika tidak, aku akan sangat waswas denganmu dari besok dan selanjutnya…”

“Kau akan mengetahuinya setelah mandi di rumah… selain itu, bagaimana kepalamu? Apa ada yang tidak nyaman?”

Aku menyentuh kepalaku, tidak ada masalah apapun.

Aku mengingat aku mati jatuh dari pohon.

“Kazuma, kepalamu bengkok ke arah yang luar biasa. Aku pikir kau memerankan adegan dalam film ‘the exorcist’. Kau mengalami luka yang serius, jadi jangan bertarung untuk dua minggu selanjutnya.”

Aku merasa dingin setelah mendengarkan perkataan Aqua.

‘The exorcist’ adalah film horor di mana kepalanya bisa berputar 180 derajat.

Kepalaku berubah menjadi seperti itu?

Megumin menepuk pundakku selagi aku gemetaran memegang kepalaku.

“Ayo mundur lebih awal untuk hari ini. Lihat, berkat Kazuma, para kadal pelari telah bubar. Terima kasih atas kerja kerasmu. Aku akan melapor ke guild, jadi kembalilah dan beristirahatlah, Kazuma.”

Megumin mengatakan ini dengan suara lembut yang belum pernah aku dengar sebelumnya.

Dia pasti khawatir tentangku dan pengalaman kematianku.

Aku menerima kebaikannya dengan sangat bersyukur, dan kembali ke mansion dengan Darkness yang wajahnya memerah dan menolak untuk melihat ke arah mataku, dan Aqua yang menutupi jejak kaki dari kadal pelari.

–Setelah sampai kota, Megumin menuju ke guild petualang.

Dan lalu, perjalanan kami kembali ke mansion.

“Ngomong-ngomong, kenapa kau mengatakan sesuatu yang sangat bodoh, Kazuma? Kau hidup di kehidupan yang indah di kelilingi oleh para gadis cantik, kenapa kau sangat tidak senang dan menolak untuk kembali?”

Darkness mengangguk saat dia mendengar perkataan Aqua.

Melihat mereka berdua, aku—

“… Fufu.”

“Ah!” x2

Saat mereka berdua mendengarku menahan tawa, mereka berteriak.

Saat kami sampai ke mansion dan ingin membuka pintu, Aqua menggodaku.

“Nah, aku pikir kau baru saja merendahkan kami kan? Bukankah aku membangkitkanmu lagi hari ini— meskipun Kazuma tidak ingin! Nah, berhenti memperlakukanku seperti anak yang tidak diinginkan! Lebih pujalah aku! Jika kau pergi ke ibukota air dan mata air panas, Alcanretia kau dapat menemukan banyak merchandise dan patungku!”

Aku pikir itu aneh untuk membuat patung dari dewi yang kau puja, tapi aku mengatakan kepada Aqua yang berisik di belakangku tanpa berbalik.

“Bodoh, kapan aku melakukanmu seperti anak yang tidak diinginkan. Tanpamu, siapa yang akan membersihkan toilet? Untuk seseorang yang mengklaim dirinya sebagai dewi air, ada tempat yang cocok untukmu membersihkan itu kan?”

“Itu yang aku maksudkan! Aku dewi air, bukan dewi toilet!! Aku mengatakan sikapmu itu buruk, kau harus memperlakukanku lebih baik!”

Aku menghibur Aqua yang berkaca-kaca sambil lalu, memasuki mansion dan melepaskan perlangkapanku seperti armor dada.

Aku bebalik dan melihat Darkness yang melepaskan armor-nya yang rusak karena ditendang oleh kadal pelari itu.

Darkness terus melirik ke daerah perutku setelah melepas armorku.

…?

Saat aku melihat ke arahnya dengan penasaran. Darkness memalingkan matanya dengan wajahnya yang merah.

Aku gelisah tentang itu, tapi aku baru dibangkitkan dan tetap merasa sedikit lelah.

Karena aku ingin beristirahat lebih awal, aku pergi mandi.

Memasuki kamar mandi, aku menghampiri ke pemanas sihir, menggunakan mana untuk menghangatkan airnya dan melepaskan baju di ruang ganti…

Dan berlari keluar.

“Di mana Megumin! Dia masih belum kembali?! Loli bodoh itu, jangan pikir aku akan menahan karena dia masih bocah. Aku akan melucutinya dengan steal dan membiarkannya menikmati perlakuan yang sama!”

“Megumin berkata dia akan tinggal di penginapan dengan temannya untuk beberapa hari setelah mengunjungi guild petualang ahhhhh!?”

Setelah melihatku telanjang, Darkness yang membaca majalah di sofa menyembunyikan wajahnya ke dalam majalah.

Aku masih tidak mengerti standar rasa malunya, dan tidak punya waktu untuknya.

Aqua yang melihat ke arahku yang menggertakkan gigiku dengan mata yang merah.

“………….. Hey Kazuma, percaya diri itu bagus, tapi aku pikir menjadi terlalu sombong itu tidak baik.”

“Bo-bodoh! Bukankah kau di sana saat Megumin menulis ini!? Sialan, sialan kau ahhhh!”

Aku berlari kembali ke kamar mandi.

Dan membersihkan tulisan ‘Pedang suci Excalibur ↓’ di bagian perutku.



PreviousTOCNext

You may like these posts

Komentar

  1. To insert a code use <i rel="pre">code_here</i>
  2. To insert a quote use <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. To insert a picture use <i rel="image">url_image_here</i>
Tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, komentar dengan link aktif tidak akan ditampilkan.
Admin dan penulis blog mempunyai hak untuk menampilkan, menghapus, menandai spam, pada komentar yang dikirim