KonoSuba Volume 4 - Chapter 2

Part 1


Aku duduk di sofa ruang tamu saat Megumin yang gugup memohon kepadaku.

“Aku minta maaf apa yang terjadi sebelumnya… mohon kembali ke Kazuma yang lama.”

Megumin yang duduk di atas karpet, menundukkan kepalanya padaku yang berbaring di atas sofa dengan berselimutan dengan mantel berbulu.

Setelah Megumin keluar untuk beberapa hari, dia berperilaku seperti ini sejak dia kembali.

Apa yang terjadi sebelumnya…?

Ahh, saat dia mencoret-coret tubuhku.

“Aku tidak terganggu dengan hal sepele seperti itu. Tidak perlu ada pertengkaran jika kau punya uang. Lupakan itu, bagaimana kalau minum beberapa teh, Megumin? Aku punya setumpuk daun teh kualitas bagus.”

Aku berkata kepada Megumin dengan senyuman.

Megumin mulai gemetar, dia mungkin tergerak karena kemurahan hatiku.

“Aku sungguh minta maaf! Aku salah, mohon kembali ke Kazuma yang lama! Kazuma yang sekarang sungguh menjijikan! Mohon! Kumohon!!”

“Kenapa kau terus mengatakan hal aneh seperti ‘kembali ke aku yang lama’. Aku selalu seperti ini.”

Secangkir teh disajikan ke tempat dudukku di depan perapian dengan sopan santun.

“Teh merah kualitas terbaik sudah siap, Kazuma-san.”

Aqua yang memberikan teh merah kepadaku berkata selagi dia duduk di sampingku.

Aku menyeruputnya…

“… Ini air putih.”

“Ara ara, lihat betapa cerobohnya aku. Maafkan aku, Kazuma-san.”

“Jangan khawatir, kau tinggal membuat teh lagi. Terima kasih Aqua-san. Aku akan meminum ini.”

“Apa yang terjadi!? Apa yang terjadi dengan semua ini semenjak aku pergi!? Kumohon, kalian berdua kembalilah seperti biasanya!”

Aku menenangkan Megumin selagi aku mengirim Aqua untuk membuat teh baru.

Aqua mungkin menyentuh tehnya dengan tidak sengaja dan mengubahnya menjadi air putih.

Namun, seseorang yang tenang sepertiku yang seperti Buddha tidak akan marah.

… Saat ini, Darkness memberi isyarat ke arah Megumin yang jatuh dalam kebingungan.

Darkness memberitahu Megumin yang terlihat lelah apa yang terjadi beberapa hari lalu—

Part 2


–Pagi selanjutnya setelah Megumin melarikan diri.

“Loli jalang itu ahhhh! Aku akan melucutinya saat dia kembali! Benar! Aku akan melakukannya! Aku akan membuat bocah liar itu memohon untuk pengampunan!”

Darkness yang sedikit tersipu berkata kepadaku selagi aku marah.

“Kau akan ditangkap jika kau melakukan itu, Kazuma. Ngomong-ngomong, bisakah kau beritahu aku khususnya apa yang akan kau lakukan kepada Megumin nanti sampai dia memohon pengampunan…”

Di ruang tamu.

Aku memeluk lututku di dalam kotatsu berteriak mengeluarkan kepalaku selagi Darkness bertanya kepadaku dengan penasaran.

Aqua yang di depan perapian berkata:

“Masih pagi sudah sangat berisik. Sungguh, berhenti bertengkar. Semua orang harus tenang sepertiku. Selain waktu mandi, aku telah di sini setelah kembali kemarin.”

“Aku tidak ingin gelandangan yang menghabiskan seluruh harinya di sini untuk mengatakan itu tentangku! Sialan! Tinta ini susah dihapus setelah mengering! Aku tidak akan memaafkan gadis itu! Aku bisa melihat dia menangis tepat di depan mataku!”

“Beritahu aku secara detail apa yang akan kau lakukan sampai membuat dia menangis…”

Tiba-tiba, ada yang mengetuk pintu utama.

“Apa itu Megumin! Kau datang kembali?”

“Detail-nya… erm, itu…”

Aku keluar dari kotatsu dan berencana untuk berjalan ke pintu…!

“Hahahaha! Dirimu pikir aku gadis penyihir merah dengan otak aneh? Sayang sekali, ini diriku! Sebagai pemilik toko yang keras kepala yang mempunyai bakat luar biasa dalam memegang sampah dan buruk dalam menilai, diriku, yang bisa melihat melalui berbagai hal akan merundingkan bisnis denganmu. Gembira karena kedatanganku dan menghormati kehadiranku. Ayo, biarkan aku melihat barang dagang yang dirimu rencanakan untuk di tempatkan di toko kami…! hmmm?”

Di sana ada iblis yang menggunakan topeng ini.

Melihatnya, Aqua perlahan berdiri dari sofa di depan perapian—

“Nah, bagaimana kau bisa masuk ke sini? Di luar mansion ada penangkal suci yang berarti untuk menahan serangga berbahaya sepertimu.”

“Ahh. Maksudmu sesuatu yang setengah matang itu yang menutupi mansion? Jadi itu penangkal. Itu terlalu lemah, jadi aku pikir itu produk gagal dari pendeta pemula. Maafkan diriku, tapi itu hancur saat diriku yang kuat hanya melewatinya.”

Aqua yang terpuruk di sofa, berdiri di depan Vanir.

“Ara ara, meskipun kau mengatakan itu, kau compang-camping di seluruh tubuhmu, iblis-san. Bagaimana caraku mengatakan ini… aku tidak pernah berpikir bangsawan tinggi legendaris dari neraka akan dihajar habis-habisan oleh penghalang level ini.”

Dia tersenyum polos selagi dia penasaran menyentuh tubuh Vanir yang runtuh.

“Ahahaha! Bagaimanapun tubuh ini hanya debu! Diriku mempunyai banyak pengganti. Diriku hanya penasaran terhadap kualitas lapisan tipis di luar mansion. Yah, itu tidak terlalu buruk untuk pendeta pemula huh? Sedikit bagus untuk manusia— dan pendeta pemula! Hahaha!”

Aqua mengerutkan alisnya, menatap dalam jarak dekat ke arah Vanir yang tertawa jahat.

Vanir bertatapan dengan mata Aqua dan menatap kembali.

“Hey hey, ini terlihat buruk. Darkness, bantu aku menghentikan mereka berdua…! … apa yang kau lakukan di sana? Kenapa kau berpaling?”

“… Tidak ada.”

Dia berbicara sesuatu kepadaku barusan, dan mungkin dia melemparkan kemarahannya sekarang karena aku mengabaikannya.

Darkness meringkuk di dalam kotatsu, mengabaikan kegaduhan yang terjadi.

“Hey kalian berdua, aku tahu itu sudah menjadi sifat alami kalian untuk bertengkar, tapi ini rumahku. Berhentilah.”

Setelah aku ikut campur dengan malas, mereka berdua saling menjauh.

“Nah Kazuma. Aku tidak tahu spesifiknya— mungkinkah kau membuat benda itu yang seperti kotatsu untuk melakukan bisnis dengannya? Nah, apa kau ingin berkolusi dengan hama itu? Dengan parasit itu yang mencuri jiwa dan selalu membuat masalah dengan manusia untuk hidup dengan emosi negatif mereka? Sungguh, candaan tidak lucu macam apa itu! Fufu!”

“Ahaha, iblis seperti diriku dapat dipercaya karena kami menghormati kontrak kami. Tidak seperti mereka yang menargetkan orang tidak bersalah dan mengumpulkan mereka dengan kebohongan seperti ‘Penganut akan mendapatkan keselamatan’, grup penipu yang menipu untuk uang di bawah samaran membantu orang miskin. Kalimat umum apa yang mereka punya… ah, seperti ‘Dewa selalu memperhatikanmu’. Hoho, tidak masuk akal! Jadi orang itu yang mengintip ke kamar mandi dengan mata yang ramah benar-benar dewa!? Ahahaha!”

Mereka berdua tertawa tanpa ekspresi…

“…….” x2

Dan tiba-tiba menjadi hening.

“Sacred Exorcism!”

“Elegant Shedding!”

Merespon teriakkan Aqua yang tiba-tiba, pilar cahaya muncul di bawah kaki Vanir.

Tapi Vanir segera melempar topengnya menjauh.

Tubuh aslinya ditelan oleh pilar cahaya dan hancur, tapi topengnya yang tubuh sebenarnya menghindari sihir pemurnian.

Saat itu terjatuh di atas karpet, itu mulai membentuk tubuh baru.

Aqua menyergap menuju topeng itu dan mencoba mengupas topeng itu dari tubuh barunya.

“Ahahhah, jadi ini! Ini tubuh aslimu! Aku menangkapnya! Aku akhirnya menangkapnya! Baiklah, apa yang harus aku lakukan?! Bagaimana caraku berurusan dengan ini?”

“Ahahaha, meskipun dirimu menghancurkan topengku, akan ada aku yang ke-2 atau ke-3 dalam satu hari…! Hey, jangan melepaskan topeng diriku selagi aku berbicara, tubuh diriku akan runtuh! Setidaknya tunggu sampai diriku menyelesaikan perkataanku…”

“Hey tenanglah. Ini hanya masalah waktu untuk menyelesaikannya.”

Aku sekali lagi mencampuri antara Aqua yang melepaskan topeng dengan semangat dan Vanir yang menolak dengan tubuh yang compang-camping.

–Vanir berlutut di atas karpet selagi dia menilai barang yang telah aku buat.

“Hmm. Diriku mempertimbangkan tempat dirimu. Ini akan terjual. Ini akan terjual laku. Kotatsu ini juga alat yang bagus untuk membuat seseorang tetap hangat.”

“……”

Darkness yang menyembunyikan kakinya di dalam kotatsu menendang tangan Vanir yang memasuki kotatsu dengan penasaran.

Aku tidak tahu kenapa Darkness melemparkan kemarahan saat barusan, tapi aku harap dia tidak mengganggu diskusi bisnisnya.

“Hmm, kalau begitu diriku akan menaksir harganya. Persetujuan sebelumnya adalah 10 persen dari pendapatan dari terjualnya produk yang akan dibayar per bulan… bocah, dirimu tertarik untuk menjual hak dari produk intelektual itu sendiri? Termasuk semua barang ini, diriku bersedia untuk membayar 300 juta eris.”

“Tiga ratus juta!?” x3

Kami berteriak bersama selagi Vanir memeriksa benda elastis yang aku buat.

Tiga ratus juta…! Tiga ratus juta itu jumlah yang bisa membuatmu menjalani seluruh hidup tanpa bekerja selama kau tidak boros!

Kami terlalu terkejut untuk bergerak, tapi Vanir melanjutkan berbicara.

“Tapi diriku berpikir mendapatkan bayaran per bulan itu juga ide bagus. Setelah membuat pabrik, dirimu dapat mendapatkan jutaan eris setiap bulan. Kita dapat mengetahui detail-nya saat kita sudah mengedarkannya… ngomong-ngomong, benda ini digunakan untuk apa?”

Satu juta setiap bulan atau tiga ratus juta saat ini.

Oh tidak, apa yang harus aku lakukan, hidupku tiba-tiba menjadi mode mudah!

Itu mungkin tidak terjual dengan baik selamanya, jadi haruskah aku mengambil tiga ratus jutanya?

Tidak, untuk tidak mengkhawatirkan tentang keuanganku jika sewaktu-waktu habis, mungkin mendapat bayaran setiap bulan akan lebih baik?

Oh benar, yang membuat transaksi ini adalah iblis ini.

Orang ini keluyuran di sekitar kota dengan topengnya yang terpasang, tidakkah dia akan ditangkap?

“Ini dikenal sebagai ‘balon’, ini mainan yang akan menjadi besar jika kau meniupnya. Biarkan aku bermain dengan itu.”

Aqua mengambil karet dari Vanir dan mulai meniup.

“Oh. Berikan aku satu juga…”

Darkness yang penasaran dan menaruh karet itu di bibirnya

…. Saat situasi ini, aku terlalu takut untuk memberitahu mereka bahwa itu kondom gagal yang aku menyerah untuk memproduksinya karena aku tidak bisa membuatnya tipis.


“Ba-bagaimanapun, bukankah orang-orang akan menyadarimu jika kau berjalan-jalan di sekitar kota dengan penampilan seperti itu?! Tidakkah orang-orang akan berteriak ‘itu pemimpin raja iblis’ dan menyerangmu?”

“? Perkataan tidak jelas apa yang kau katakan. Topeng ini berberda dari yang sebelumnya. Tidakkah dirimu melihat tulisan ‘II’ bersinar terang di kening diriku?”

Terus apa.

Darkness mengisyaratkan ke arahku sebelum aku bisa membantah.

“Kazuma. Kepribadian dari iblis itulah yang bermasalah, tapi dia tidak melakukan hal seperti membakar bangunan, membunuh atau merampok. Dia terlihat telah menyerah untuk menjaga pelindung kastil raja iblis. Jadi petualang tingkat atas dari guild petualang ingin mengamatinya dari sekarang. Ditambah, dia tinggal di toko Wiz, jadi jika sesuatu terjadi, nama baik dari pemilik toko juga menghentikan dia dalam melakukan hal buruk.”

Darkness membisikkanku selagi aku meringkuk di dalam kotatsu.

Aku mengerti, selama Vanir tidak membuat krisis apapun, daripada menganggunya, itu lebih baik untuk meninggalkannya sendiri.

Lagipula iblis ini adalah mantan dari pemimpin pasukan raja iblis.

Siapa yang tahu akan ada berapa banyak korban jika mereka menyerangnya.

“Dalam hal itu, pemimpin raja iblis dianggap telah mati. Guild tidak akan menjadikan buronan karena kembalinya dia.”

Itu menjadi bantuan yang bagus.

Aku akhirnya mendapatkan sedikit kesempatan, aku tidak akan terikat dengan hutang lagi.

… Tapi bisakah kau berhenti berbicara dengan wajah serius selagi bermain dengan alat kontrasepsi?

“Hmmm. Itu akan membutuhkan beberapa waktu sebelum produk siap diedarkan. Lalu kita dapat memutuskan metode pembayarannya. Diriku sedikit khawatir tentang tokonya dan diriku akan pergi sekarang.”

“Itu bagus. Atau lain kau akan membuat tempat suciku menjadi bau. Pergi, enyahlah!”

Vanir yang diusir oleh Aqua yang menggoyangkan tangannya, dan dia pergi dengan kesal.

–Satu juta setiap bulan atau langsung mendapatkan tiga ratus juta…

Part 3


“—Mereka berdua telah bertingkah seperti ini sejak saat itu.”

“Aku mengerti. Aku akhirnya mengerti kenapa mereka berdua bertingkah seperti selebriti palsu.”

Setelah mendengar penjelasan Darkness, Megumin melihatku dan berkata.

Ngomong-ngomong, kotatsu favoritku telah dibawa oleh Vanir.

Aku pikir aku akan berantem dengan Aqua untuk duduk di tempat spesial di depan perapian, tapi setelah mendapatkan keuangan yang stabil, hatiku menjadi murah hati seperti langit yang cerah.

Aku dan Aqua duduk di depan perapian dengan ramah tamah.

Megumin yang menatap ke arah kami dengan tatapan kosong sesaat akhirnya berdiri.

“Bagaimanapun, itu bagus karena kita mempunyai uang. Karena keuangan bukan lagi masalah… ayo melakukan beberapa quest! Kita perlu untuk meningkatkan level Kazuma!”

Megumin berkata dengan senyuman senang selagi dia memegang tongkatnya…

“Ah? Tidak mau, apa yang kau katakan? Kita sudah mempunyai banyak uang, kenapa pula kita harus bekerja, menaikkan level? Itu bukanlah masalah lagi.”

Aku menerima segelas air putih dari Aqua lagi, dan berkata tanpa ragu-ragu selagi menyeruputnya.

… Hey, ini hanya masalah waktu untuk kau membiarkanku meminum teh asli.

“… Ah?”

Aku berkata kepada Megumin yang terdiam:

“Ini terjadi sebelumnya kan, kita menyiapkan perlengkapan dan rencana bertarung, tapi aku tetap mati. Aku memutuskan. Aku tidak akan berpetualang lagi. Aku akan bekerja dengan bisnisku dari sekarang dan selanjutnya. Aku tidak ingin melakukan pekerjaan berbahaya seperti berpetualang, dan hidup dalam kehidupan yang stabil.”

“Nah, Kazuma-san, tidak mau melakukannya. Jika raja iblis tidak mati, itu bermasalah untukku.”

… Hmmm.

“Kalau begitu kita akan membuat uang lagi dan menyewa banyak petualang kuat. Mereka akan membantu kita menaikkan level kita dan lalu membantu kita bertarung melawan raja iblis. Itu benar, memimpin pasukan petualang dengan level tinggi untuk menginvasi kastil raja iblis. Bagaimana kedengarannya? Mengalahkan raja iblis terdengar lebih nyata kan?”

“Itu benar! Seperti yang diduga dari Kazuma-san, kita akan menampar wajah para petualang dengan uang kita dan memeras nilai mereka. Setelah mereka mengurangi darah raja iblis, kita akan maju dan melakukan serangan akhir!”

“Seperti itulah. Seperti yang diduga seseorang yang telah lama mengikutiku, kau jeli.”

Selagi aku dan Aqua tertawa, Megumin mulai gemetar.

“A-aku tidak ingin mengalahkan raja iblis melalui kekuatan uang! Aku tidak mau! Apa yang kalian pikirkan tentang raja iblis itu?! Keberadaan raja iblis diperlukan untuk melatih dan menaikkan level dengan teman, membangunkan kekuatan misteriusmu, sebelum akhirnya mengalahkan dia setelah bertarung dengan susah! Apa maksudmu menyewa para petualang level tinggi untuk membunuh raja iblis!”

“Tidak, mungkin seperti itu, tapi mempertimbangkan secara pragmatis, tidak peduli seberapa tinggi level-mu, tetap masih ada batasnya. Meskipun aku menggunakan perlengkapan paling mahal dan ber-level sangat tinggi, aku masih percaya bahwa aku akan mati oleh raja iblis dengan sekali serang… setelah kita membunuh pemimpin pasukan raja iblis dan melenyapkan penangkalnya, bagaimana kalau menyewa banyak pencuri ber-level tinggi, dan meminta mereka untuk menggunakan teknik hide untuk membunuh raja iblis…”

“Apa-apaan dengan gaya bertarung memalukan itu! Itu cara pasukan raja iblis bertarung, benar kan? Katakan sesuatu Darkness! Aku merasa mereka berdua akan semakin buruk setiap hari berlalu… Darkness?”

Saat dia mendengar Megumin, Darkness terlihat kalap karena pemikiran dalamnya.

“Tidak… selagi melihat Kazuma perlahan menjadi gelandangan, aku penasaran akan menjadi seberapa bajingan dia… akankah dia bermalas-malasan dan kehilangan dirinya karena alkohol dan wanita, dan mulai membuang-buang uangnya… dan pada akhirnya, dia akan berkata padaku— ‘Hey Darkness, gunakan tubuh semokmu untuk mendapatkan beberapa uang tunai…!’ dengan kepercayaan bahwa Kazuma akan berubah menjadi seperti itu, aku mulai melacurkan diriku…!”

“Yang ini juga udah rusak otaknya! Ahh sungguh, apa yang harus aku lakukan?!”

“Hey Megumin, jangan samakan kami dengan si mesum itu. Aku seseorang yang baru saja mati kan? Aku bahkan mematahkan leherku dalam pertarungan dengan kadal pelari, setidaknya biarkan aku menyembuhkan lukaku dengan damai.”

“Bukankah kau yang melukai dirimu sendiri setelah jatuh dari pohon? Normalnya, kau perlu waktu untuk sembuh, tapi bukankah kau sudah sembuh sepenuhnya setelah menerima pengobatan yang sempurna?”

Aku mengabaikan Aqua yang mengatakan hal yang tidak perlu di sampingku dan mengusap leherku.

“… Aku mengerti.”

Megumin merendahkan kepalanya dan berkata dengan pelan.

“Jadi kau mengerti. Baiklah, aku akan tidur sebentar untuk memulihkan kondisiku lebih awal dan kembali ke garis depan. Aku membuat perjanjian kepada Dust dan lainnya untuk pergi minum-minum malam ini, jadi seseorang bangunkanlah aku saat sore hari.”

Megumin berkata kepadaku selagi aku ingin kembali ke ruanganku.

“… Aku mengerti. Kita akan merawat luka Kazuma.”

Megumin terus menurunkan kepalanya dan melanjutkan.

“Perawatan? Ini tidak apa, aku akan menjadi baik setelah istirahat sebentar.”

“Ayo untuk perawatan. Ke kota air dan mata air panas, ‘Huft’.”

“Tunggu, apa yang kau katakan?”

Aku mendengar sesuatu tentang mata air panas.

Aku akan mengatakannya lagi karena itu sangat penting.

Aku mendengar sesuatu tentang mata air panas.

“Mata air panas!? Nah, apa kau membicarakan tentang huft? Kita akan pergi ke kota air dan mata air panas, Alcanretia!?”

Aqua memiliki reaksi yang besar terhadap kata mata air panas dibandingku.

Dia yang mengklaim dirinya sendiri sebagai dewi air, jadi itu alami untuknya tertarik terhadap kota air dan mata air panas.

Ngomong-ngomong tentang mata air panas.

Ngomong-ngomong tentang mata air panas, kau…!

“Oh, mata air panas. Kedengaran bagus, setelah terus menerus melawan musuh yang kuat, mentalku menjadi lelah. Hutangku telah lunas juga. Boros dari sekarang dan selanjutnya dan berjalan ke mata air panas itu tidak terlalu buruk.”

“Sungguh, Kazuma-san, kenapa kau bertingkah terlalu berpura-pura tentang ini.”

Aqua melihat ke arah raut mukaku dari jarak dekat di bawah sinar kotatsu.

Jangan menatapku dari dekat.

… Saat ini, aku menyadari mata Megumin yang terus merendahkan kepalanya bersinar.

“… Aku akan mengambil itu Kazuma dan Aqua apa tidak masalah untuk melakukan perjalanan ke mata air panas?”

Aku tidak bisa melihat wajahnya karena dia merendahkan kepalanya, tapi Megumin terlihat tersenyum secara tidak terang-terangan…

“Bagaimana denganmu, Darkness…”

“—Dan setelah aku menjadi semakin dan semakin bejat, aku akan mengatakan ini! Mohon jangan membuangku! A-aku akan melakukan apapun, Tuan ahhhhh!”

Setelah melihat Darkness yang tersipu dan menggeliat dan tersesat dalam dunianya sendiri, Megumin menjadi kaku.

“… Itu akan lebih baik untuk meninggalkannya menjaga rumah.”

“… Erm, jika Darkness tidak ikut, perjalanannya akan sedikit susah…”

Megumin membalas dengan ogah-ogahan selagi melihat ke arah Darkness setelah mendengar perkataanku.

… Perjalanan di sana?

Part 4

–Pagi selanjutnya.

“Sudah pagi! Hey, berapa lama kalian akan tidur! Apa semuanya sudah siap!? Cepat dan bangunlah, ayo!”

Ini masih terlalu pagi, tapi Aqua yang berisik membuat kegaduhan.

Dia mungkin sangat bersemagat untuk perjalanan ke mata air panas dan bangun sangat pagi.

Mengenaiku—

“Tentu saja, aku siap untuk pergi! Sungguh, mereka berdua terus mengatakan bahwa aku gelandangan, berapa lama mereka akan tidur!?”

“Benar! Aku akan membangunkan mereka! Kazuma pergilah ke pangkalan kereta kuda dan pesan kursi terbaik untuk kita.”

“Baik, serahkan padaku. Tapi aku akan jalan memutar sebelum pergi ke sana.”

Jalan memutar?— aku serahkan tugas membangunkan mereka berdua kepada Aqua yang bingung.

Dan meninggalkan mansion dengan barang-barangku.

–Kota air dan mata air panas, Alcanretia.

Aku dengar itu akan memakan waktu satu setengah hari jika kami melakukan perjalanan dengan kereta kuda dari kota Axel.

Jika kami mengambil kereta kuda pagi hari, kami hanya perlu berkemah di luar untuk satu malam.

Karena aku tidak tahu seberapa lama aku akan tinggal di sana, aku ingin memberitahu orang itu aku akan pergi untuk beberapa waktu.

Aku membuka pintu dari toko sihir yang sudah bersiap untuk buka pada saat yang sangat pagi hari, dan memiliki satu pelanggan.

“Selamat datang!… hmmm, bocah yang aktif pada jam-jam mirip undead. Kenapa dirimu datang ke sini pagi sekali? Jika kau mencari pemilik toko, dia telah kubakar menjadi garing oleh laser hukuman diriku di dalam. Bantulah dirinya jika dirimu ingin menemuinya.”

Vanir yang bekerja keras sedang mengemas sesuatu.

Mengintip ke dalam toko, aku melihat Wiz yang terbakar berbaring di lantai.

“… Wiz majikanmu kan? Apa tidak apa melakukan itu?”

“Jangan bercanda dengan diriku. Jika aku membiarkan pemilik toko yang mengumpulkan barang rongsokan untuk bebas memberi perintah, kami akan terus dalam zona merah meskipun diriku bekerja seribu tahun. Dia akan membawa barang luar biasa saat aku tidak memperhatikannya, memusnahkan semua sumber penghasilan yang diriku bawa.”

Aku sungguh prihatin dengan apa yang sebenarnya terjadi, tapi aku hari ini ingin bertemu dengan orang ini, bukan Wiz.

“Tidak, sebenarnya, aku mencarimu hari ini. Aku akan pergi ke mata air panas. Jadi untuk diskusi transaksi bisnis kita lakukan setelah aku kembali.”

“Oh, jadi tentang itu. Manufakturnya masih belum dipasang, jadi dirimu bisa bersenang-senang dengan pemandian campuranmu.”

“A-a-a-aku tidak bersenang-senang dengan pemandian campuran atau apapun, ya kan!? Leherku sakit karena cedera jadi aku ingin pergi untuk perawatan!… ngomong-ngomong, apa yang kau kemas? Dan kenapa Wiz terbakar?”

Setelah aku bertanya padanya, Vanir menunjukkan sesuatu yang sedang dia kemas kepadaku.

“Pemilik yang menjadi arang itu mengatakan selagi menangis kepada diriku ‘Ini produk yang bermutu! Ini akan laku pasti laku terjual! Jadi Vanir-san, mohon jangan menyiapkan laser pembunuhmu selagi kau mendekatiku!’. Dia menunjukkan ini pada diriku. Aku berencana untuk mengembalikannya dan mengemasnya ke kotak… dirimu ingin membelinya?”

“…? Apa itu, alat sihir?”

“Ini tampaknya bisa membantu petualang yang mempunyai masalah pergi ke toilet saat di luar. Toilet portable yang dikompres dengan sihir akan siap sekali kau buka penutupnya. Untuk melindungi privasi dari penggunanya, ini didesain untuk menghasilkan suara air.”

“Itu terdengar hebat, bukankah itu bagus?”

Untuk petualang yang perlu berkemah di luar, kesehatan dalam kebersihan adalah masalah penting.

“Suara yang menutupi privasi dari penggunanya terlalu keras dan akan menarik monster-monster. Mekanisme pembuatan airnya terlalu kuat, dan akan menghasilkan banjir…”

“Lupakan. Apa ada alat sihir yang bisa kau rekomendasikan?”

Saat dia mendengarku mengatakan itu, Vanir mengambil botol dari rak.

“Rekomendasi? Bagaimana dengan botol ini yang akan meledak sekali kau membukanya, dibeli oleh diriku yang memikul hutang pemilik toko. Hanya 30 ribu eris satunya. Jika dirimu membawa ini ke bank dan mencoba membukannya di konter, dirimu akan mendapat sejumlah besar uang. Bagaimana?”

“Siapa yang akan menginginkan itu. Tidak adakah alat sihir normal apapun di toko ini…”

Vanir merespon dengan menghela nafas dalam.

“Pemilik toko bodoh itu mempunyai bakat yang luar biasa dalam membeli barang yang tidak bisa digunakan. Dia akan membeli sesuatu yang aneh kapanpun diriku tidak memperhatikannya…”

Vanir berhenti pada kalimat ini.

“… Ngomong-ngomong, bocah. Dirimu mengatakan bahwa dirimu ingin pergi ke mata air panas kan?”

“…? Ya, kenapa?”

Vanir mendorong topengnya dengan kuat.

“Bisakah dirimu membawa pemilik toko bodoh itu bersama dengan dirimu? Untuk memproduksi massal produk dirimu, diriku perlu sejumlah besar uang dalam waktu yang singkat. Tapi dengan dia di toko, dia akan membeli barang aneh dan menghabiskan modal diriku. Pemilik itu hanya kuat dalam kekuatannya sebagai lich. Penglihatan masa depan diriku mungkin terlihat kuat, tapi aku tidak bisa melihat masa depan dari seseorang yang kuatnya sama dengan diriku.”

“… Jadi kau menginginkanku untuk menjaga Wiz sementara? Aku tidak masalah. Tapi aku tidak tahu bagaimana Aqua yang membenci undead akan bereaksi…”

“… Pemilik toko yang terlihat langsing saat memakai baju menyukai pemandian. Iblis ini yang bisa melihat melalui apapun: ‘Selama perjalanan ini, dirimu mempunyai kesempatan bagus untuk memasuki pemandian campuran’.”

“Serahkan padaku, aku akan menjaganya!”

–Saat aku sampai pangkalan kereta kuda, Aqua dan yang lain sudah menunggu di sana.

“Hey, Aku merasa aku memintamu untuk mendapatkan berberapa kursi untuk kita… apa itu yang ada di belakangmu?”

Selagi aku menggendong Wiz yang terbakar dan matanya menjadi putih, aku menjelaskan situasinya kepada semua orang.

“Hmm? Eh, aku tidak masalah dengan itu. Tapi anak ini menjadi transparan.”

Tidak terduga, Aqua menerima dengan mudahnya. Wiz yang tidak sadarkan diri sungguh menjadi transparan.

“Hey hey, apa ini sungguh tidak apa-apa? Gunakan sihir penyembuh… ah, itu akan membuat efek yang terbalik kepada undead!”

“Tenanglah Kazuma, gunakan drain touch dan bagikan kekuatan hidupmu kepadanya!”

“Perjalanan keluar kota kah… saat aku masih kecil, ayahku membawaku ke ibukota kerajaan untuk ulang tahun dari putri, aku tidak pernah pergi dari wilayah ini semenjak saat itu… Erm, ada apa Kazuma, kenapa kau memegang tanganku ahhhhhhh!?”

Aku memegang tangan Darkness yang sedang mengenang sesuatu dan menggunakan drain touch.

Aku menggunakan kekuatan kehidupan yang aku dapat dari Darkness dan memberikan kepada Wiz yang sedang di punggungku. Wiz mulai menjadi terlihat jelas dan mendapatkan kesadarannya lagi.

“Hmmm…? Bukankah ini Kazuma-san, tempat ini…?”

Selagi Wiz mulai melihat sekitar setelah bangun, Darkness mulai mencekik leherku.

“Kau kau kau bajingan! Aku sedang mengingat masa laluku, kenapa kau selalu melakukan ini secara diam-diam…!”

“Uguu, aku tidak punya pilihan, ini darurat! Kau mempunyai daya tahan terkuat di antara kita jadi aku mengambilnya darimu!”

“Pelanggan! Jika kalian tidak naik aku akan meninggalkan kalian!”

Part 5


Meskipun petualang seperti kami bisa dipekerjakan sebagai pengawal, tapi aku tidak ingin bertarung meskipun sesuatu terjadi. Jadi kami membayar bayarannya dan memilih untuk menjadi penumpang biasa.

Aku tidak ingin bertarung.

Itu benar, aku mati melawan monster di sekitar kota ini, jadi aku tidak berpikir aku bisa menangani monster berbahaya yang akan menyerang sekumpulan besar kereta kuda.

Untungnya, kami menerima masing-masing sekitar 10 juta eris dari pertarungan melawan Vanir.

Ini kesempatan langka untuk berlibur, jadi tidak masalah untuk sedikit boros.

“Nah Kazuma! Ayo naik ke kereta kuda! Hatiku berkata menaiki kereta kuda itu pasti akan mengagumkan. Ngomong-ngomong, aku ingin duduk di dekat jendela. Aku ingin tempat duduk yang dapat melihat pemandangan dengan jelas. Hey Kazuma, belilah tiketnya. Untuk menghentikan yang lain duduk di tempat duduk kereta kuda itu, cepat belilah!”

Aqua berkata dengan kata-kata merendahkan selagi dia menatap ke kereta kuda yang paling mahal dengan mata bersinar.

Kereta kuda yang kecil memiliki ruang muatan yang berada di belakang ruang penumpang.

Ruang muatan itu sudah penuh dengan barang.

Di belakang pengemudi ada kayu untuk tempat duduk penumpang.

Itu pasti tempat duduk untuk lima orang…

“… Hey paman, kenapa satu tempat duduk sudah dipesan? Kenapa ini? Ini sangat mengganggu.”

Salah satu tempat duduk telah ditempati.

Di atas tempat duduk itu ada kadal di dalam kandang kecil.

Kadal berwarna merah ukurannya seukuran kucing dan terlihat ganas dengan matanya yang bersinar.

Eh, mungkinkah…

“Pelanggan, itu naga merah muda. Pemiliknya ada di kereta kuda di sana, tapi dia membayar tempat untuk naga ini. Meskipun itu sedikit mengganggu, aku perlu salah satu dari pelanggan untuk pindah ke ruang muatan di belakang…”

Aku mengerti— aku menerima perkataan pengemudi kereta kuda.

Sebenarnya, salah satu tiketnya murah untuk kereta kuda itu.

Itu tidak baik untuk membiarkan salah satu dari kami untuk naik kereta kuda dengan orang asing, jadi ayo ambil yang satu ini.

“… Dan sekarang, di sini masalahnya…”

“Batu gunting kertas! Aku pikir itu cara terbaik untuk memutuskan dalam situasi ini!”

Saat aku ingin mengatakan sesuatu, Aqua memotong perkataanku.

Dia tampaknya menyadari jika terus seperti ini, dia akan mengambil jalan pitas seperti biasanya.

Aqua tahu dari pengalamannya dia pasti akan dipindahkan ke ruang muatan.

“Erm, yah… aku pikir aku harus pergi karena aku bergabung secara tiba-tiba…”

Aku sudah menjelaskan kepada Wiz bahwa Vanir memintaku untuk membawanya ke mata air panas. Dia mengangkat tangannya dengan malu-malu.

Tapi aku sudah mendapatkan biaya perjalanan Wiz dari Vanir.

Aku tidak bisa memperlakukannya dengan cara tidak adil.

“Tidak Wiz. Kita harus melakukan ini dengan adil. Baiklah Aqua, batu gunting kertas kan. Tidak masalah.”

“Huh?”

Aqua mungkin kaget dengan bagaimana aku dengan mudah menerima ini dan membuat suara kaget.

… Batu gunting kertas. Baiklah, aku terima.

Jadi batu gunting kertas ada di dunia ini juga.

Mungkin orang Jepang yang datang ke sini sebelumku menyebar berbagai macam budaya darinya.

Darkness dan Megumin terlihat tidak masalah dengan itu dan bersiap.

Aqua terlihat memfokuskan semua kekuatan ke tangannya…!

“Ayo mulai! Batu gunting kertas!”

Aku memilih gunting selagi yang lain memilih kertas. Aku menang sendirian.

Selagi aku ingin masuk ke kereta kuda, Aqua menghentikanku.

“Siapa yang berkata kau akan pergi setelah menang, peraturannya adalah kita akan terus bermain sampai ada yang kalah satu orang.”

“Jangan bohong!”

Aku tahu dia memiliki beberapa rencana licik dalam pikirannya saat dia menyebutkan batu gunting kertas.

… Baiklah.

“Hey Aqua. Ingin berduel denganku? Aku akan bermain tiga kali denganmu, jika kau menang sekali, aku akan duduk di ruang muatan.”

“Sungguh?… Kazuma sebenarnya bodoh ya? Apa kau mengetahui tentang kemungkinan? Kesempatan Kazuma menang tiga kali dalam sekali putaran sangat rendah.”

Aku berhadapan dengan Aqua yang berbicara angkuh dan mengusir tiga yang lain untuk masuk ke dalam.

“Aku tidak akan kalah dalam batu gunting kertas.”

Tiga kali. Batu gunting…!

“—Ini terlalu aneh! Teralalu aneh, kau pasti curang! Mohon, sekali lagi! Jika aku kalah lagi aku akan duduk di ruang muatan!”

Aqua yang kalah tiga kali dalam sekali putaran langsung komplain dengan mata yang berkaca-kaca.

Sungguh, gadis ini menyebalkan.

“Jangan tarik kata-katamu okay? Jika kau melemparkan kemarahan lagi, aku akan mengikatmu dengan tali.”

Setelah mendengarku mengatakan itu, Aqua menyeringai.

“Jadi kau menerimanya kan. Tidak ada kata kembali Kazuma! Aku tidak tahu apa yang membuatmu menaikkan lengan bajumu, tapi aku punya cara juga! Blessing!”

“Ah! Betapa memalukannya!”

Aqua merapal sihir buff kepada dirinya sendiri.

Sihir ini memberikan berkah besar dari dewa.

Efeknya berbeda dari setiap orang, tapi akan meningkatkan keburuntungan untuk waktu yang terbatas.

“Keberuntungan adalah bagian dari skill, termasuk keberuntungan yang diberikan oleh sihir! Ayo! Batu gunting kertas!”

Aku menang.

“Kenapa?!”

Aku mengisyaratkan ke arah Aqua untuk mengusirnya ke ruang muatan, dan berkata disaat yang sama.

“Sebenarnya, aku tidak pernah kalah dalam batu gunting kertas sejak aku kecil, ini luar biasa.”

Keberuntungan kuatku tampaknya hanya bekerja dalam situasi seperti ini.

“Najis! Ini penipuan! Ini curang, kemampuan curang! Kau lahir dengan kemampuan unik seperti itu!? Kalau begitu membawaku ke dunia ini sebagai barang cheat itu tidak sah! Kirim kembali aku sekarang! Biarkan aku kembali ke surga kau pria penipu!”

Si jalang ini!

“Apa kau ingin ngajak berantem! Kau memberitahu kekuatan spesialku adalah ‘menang dalam batu gunting kertas’? Apa kau bodoh, bagaimana bisa aku menang melawan monster dengan kemampuan seperti itu! Kau ingin aku meminta raja iblis ‘jangan mengganggu orang-orang jika aku menang dalam batu gunting kertas’ lu bego gak ketulungan!”

“Tapi! Tapi!!”

Aku memegang Aqua yang tidak terima apa yang telah terjadi.

“Hal yang paling menyebalkan adalah membawamu menjadi barang cheat-ku! Jangan buat aku tertawa, cheat macam apa itu!? Jika aku bisa mengembalikanmu dan menerima kemampuan unik, aku ingin melakukannya sekarang juga!”

“Wahhhahhh! Kau benar-benar berani mengatakan itu! Sakit! berhenti menarik pipiku!!”

Part 6


Aku tidak tahu berapa lama kita di atas kereta kuda yang berdentum dan bergoyang.

Kota tempat kami tinggal sudah tidak terlihat lagi, dan pemandangan yang belum dikenal menyebar di depan mata kami.

Di sisi kereta kuda ada jendela kecil, aku jarang keluar kota dan menikmati pemandangan di luar dengan santai.

Meskipun aku adalah petualang, ini pertama kalinya aku melakukan perjalanan setelah datang ke dunia ini.

Darkness di sampingku berlutut di tempat duduknya selagi berpakaian armor, bersandar ke jendela seperti anak kecil yang melihat ke sesuatu dengan penasaran. Dia menatap ke pemandangan di luar dengan mata yang bersinar.

Untuk putri dari bangsawan, dunia di luar kota adalah hal baru untuknya.

Mungkin Megumin telah melihat dunia lebih banyak dibanding kami, dibanding pemandangan di luar jendela, dia lebih tertarik dengan naga di dalam kandang.

Meskipun dia bergumam ‘Chomusuke lebih imut’, tapi dia tetap mencari sesuatu di dalam kantungnya untuk memberi makan naga itu.

Wiz tersenyum selagi dia mengelus kepala Chomusuke yang berbaring di atas pahanya. Entah mengapa, Chomusuke sangat menempel dengannya.


–Selama perjalanan yang damai ini.

“Kazuma-san! Kazuma-sama! Pantatku sakit, sungguh sakit. Ini hanya masalah waktu untuk seseorang bertukar tempat denganku!”

Aku mendengar suara Aqua dari ruang muatan yang bergoyang.

… Apa boleh buat.

“Aku akan bertukar tempat denganmu di tempat peristirahatan selanjutnya. Tahanlah sebelum itu.”

Aqua sangat senang saat dia mendengarku mengatakan itu, dan memeluk lututnya selagi dia bersenandung.

“Bukankah itu lebih baik untukku bertukar dengannya? Ngomong-ngomong, kenapa Vanir-san tiba-tiba memintaku untuk pergi berlibur? Hehe… Vanir-san selalu mengurusku di tempat kecil seperti itu. Dia akan bekata ‘Wiz, duduk saja di konter dan beri senyuman ke pelanggan. Mohon jangan bekerja.’ Dia sangat peduli kepadaku…”

Wiz berkata dengan senyuman.

Aku tidak memberitahu alasan yang sebenarnya kenapa dia kubawa bersama denganku.

Aku tidak bisa mengatakannya.

“Hmmm~? Itu aneh pria bertopeng itu adalah iblis, tapi dia berlaku baik dengan yang lain? Tidakkah dia mempunyai niat yang tersembunyi?”

“Aqua-sama, Vanir-san memiliki sisi baik juga. Dia bekerja keras menangkap gagak yang berkumpul di tempat pembuangan sampah, dalam lingkungan para ibu rumah tangga memanggilnya Vanir-san si pembunuh gagak.”

Kenapa iblis ini menghisap tetangganya sendiri?

Termasuk kereta kuda kami, ada beberapa kereta kuda maju satu di belakang yang lain.

Di kereta kuda yang banyak pengawal petualang dan penjelajah, dipenuhi dengan berbagai macam barang.

Jika manusia dan kereta kuda berkumpul dalam jumlah yang besar, monster lemah akan melarikan diri.

Itu akan lebih aman untuk di tengah konvoi kereta kuda.

… Meskipun aku tahu betapa gilanya dunia ini.

Selagi aku memikirkan tentang ini dengan malas.

–Yang pertama menyadarinya adalah aku.

Aku sedang berpikir ini waktu yang bagus untuk menggunakannya, jadi aku menggunakan skill penglihatan jauhku untuk memperhatikan pemandangan di luar jendela dan menyadari ada awan debu di kejauhan.

Meskipun itu masih jauh, tapi awan debu itu semakin besar, aku bisa memberitahu sesuatu itu mendekat dengan kecepatan yang luar biasa.

“… Hey, apa itu.”

Aku menunjuk ke arah awan debu itu dan bertanya kepada Darkness yang melihat ke luar melalui jendela lain.

Darkness yang tidak mempunyai skill penglihatan jauh mungkin tidak bisa melihat awan debu yang aku tunjuk dan mengerutkan keningnya.

Aku memiliki perasaan buruk dan berkata kepada paman pengemudi.

“Permisi, aku bisa melihat awan debu mendekat ke arah kita. Kecepatannya sangat cepat… kau tahu apa itu?”

Saat dia mendengar apa yang aku katakan, pengemudi yang memegang kemudi menjawab dengan santai.

“Awan debu? Makhluk di daerah sekitar yang cukup cepat untuk menendang debu menjadi seperti itu pasti kadal pelari kan? Tapi aku mendengar putri pelari yang memimpin kerumunannya telah mati, jadi itu mungkin paus pasir yang menembakkan pasir? Makhluk yang lain lagi yang cocok dengan itu pasti ‘Rajawelang Pelari’.”

… Apa-apaan dengan monster yang memiliki nama konyol seperti itu.

“Ara jangan melihatku seperti itu, pelanggan. Bukan aku yang membuat nama itu. Itu adalah hibrida dari rajawali dan elang hitam, raja dari burung. Itu burung tapi tidak bisa terbang, disisi lain, mereka memiliki kekuatan kaki yang luar biasa. Mereka bisa berlari dalam kecepatan yang sangat cepat, dan akan menerkam mangsanya, monster yang sangat berbahaya.”

Aku tidak ingin diserang oleh monster yang memiliki nama bodoh seperti itu.

Si paman melihat sesuatu dari ekspresiku dan berkata dengan senyuman:

“Tidak masalah, pelanggan. Seperti kadal pelari, musim kawin mereka saat musim semi. Untuk menarik para betina saat musim kawin, para pejantan akan ambil bagian dalam kontes keberanian yang disebut Chicken Race. Mereka akan berlari menuju beberapa obyek yang keras obyek yang kelihatannya akan menyakitkan jika mereka menabrakannya, dan mereka akan menghindarinya disaat-saat terakhir. Beberapa dari mereka tidak bisa berhenti tepat waktu dan mati karena menabrak obyek itu. Mereka memiliki insting untuk mencari obyek yang kuat dan keras. Mereka pasti akan menabrakan diri mereka ke pohon atau batu besar di samping mereka.”

Aku mengerti. Itu melegakan.

Setelah menerima jawabannya, aku kembali ke tempat dudukku sekali lagi.

Dan melihat ke arah awan debu itu…

–Itu semakin mendekat.

Itu jelas mendekat dibanding barusan.

Dan awan debu itu menuju tepat ke arah kami.

“Permisi, maaf mengganggumu! Aku pikir mereka mengarah ke arah kita dengan semakin bersemangat dibanding sebelumnya. Apakah itu tidak apa-apa?”

Mendengarku mengatakan itu, pengemudinya menarik kemudi untuk memelankan laju kereta kudanya dan melirik ke arah awan debu itu…

“… Hmmm, mereka rajawelang pelari. Yup, itu mereka. Tapi kenapa mereka menuju ke sini— ada sesuatu yang salah, pelanggan. Mungkin ada seseorang di dalam konvoi yang membawa sesuatu yang keras seperti adamantite ore. Makhluk itu akan mengejar obyek keras itu. Yang lain di dalam konvoi tampaknya menyadarinya juga, mohon tenanglah……? Mereka tampaknya menuju ke sini. Sebenarnya, mereka terlihat menuju tepat ke kereta kuda ini. Atau sebenarnya…!”

Mereka pasti menuju ke kursi penumpang di kereta kuda ini.

Yang berarti…!

“Kazuma! Beberapa makhluk itu menuju ke arah kita dengan cepat! Atau sebenarnya… aku pikir mereka menatap ke arahku! Ta-tatapan bergairah macam apa itu! Ah… ah…! Oh tidak, Kazuma, ini buruk! Jika ini terus berlanjut, aku akan bertubrukan dengan keras dngan kumpulan yang berlari cepat menuju ke sini dan akan diinjak-injak….!!”

“Jadi itu kau!!”

Aku merasa terkena serangan sakit kepala.

“Pelanggan, aku akan berhenti sekarang! Dengan itu, para pengawal dari kereta kuda lain akan melindungi pelanggan dan kereta kuda ini!”

… Aku minta maaf kepada semua orang, crusader-ku sangat keras.

Aku membisikkan kepada Darkness.

“Hey Darkness, monster-monster itu mengincarmu. Aku dengar mereka suka menabrakan diri mereka ke obyek yang kuat dan keras. Mereka mengincar ototmu yang sekeras batu.”

“Hey Kazuma, aku gadis yang lemah dan imut, berhenti mengatakan otot sekeras batu okeh? Itu karena armor-ku mengandung sejumlah kecil adamantite. Dengan skill pertahananku yang di atas itu… itu pasti alasan kenapa mereka menuju ke sini… i-itu benar. Jangan melihatku dengan seperti itu. Tubuhku tidak keras…!”

Setelah kereta kudanya berhenti, aku dan Darkness melompat keluar.

“Megumin, Aqua, ini giliran kita untuk beraksi! Dengan hak kita tidak perlu bertarung, tapi kali ini yang membawa musuh itu tampaknya adalah kita. Kita harus membersihkan apa yang telah kita buat!”

Setelah mendengar perkataanku, Aqua dan Megumin ikut turun juga.

“Aku akan membantu juga!”

Wiz berteriak dan bersiap untuk turun.

“Vanir memintaku untuk melindungi Wiz! Aku tahu Wiz kuat, tapi tetaplah di dalam kereta kuda untuk sekarang! Bantu aku melindungi paman pengemudi!”

Wiz mengangguk setuju, dan paman yang tidak tahu kebenarannya teriak.

“Pelanggan! Pelanggan tidak disewa sebagai pengawal dan dibayar untuk mengendarai kereta kuda! Mohon sembunyi di suatu tempat yang aman!”

Maaf! Temanku mungkin alasan penyebab ini terjadi!

Perkataan maaf di dalam hatiku tida bisa diucapkan.

“Para petualang! Kami mengandalkan kalian!”

Dengan suara dari beberapa orang sebagai isyaratnya, para petualang yang mengambil tugas mengawal kereta kudanya mengambil senjata mereka dan melompat keluar dari kereta kuda!

Darkness yang berjalan lurus menuju ke kumpulan Rajawelang yang menuju ke samping konvoi.

Itu memalukan untuk dikatakan, tapi aku bersembunyi di belakang Darkness.

Meskipun aku maju atas keinginanku sendiri, aku pasti akan mati setelah tertabrak oleh monster yang berlari dengan kecepatan seperti itu.

Aku menyuruh Aqua untuk merapal sihir buff dan meminta Megumin untuk menyiapkan sihir ledakan untuk dirapalkan pada saat itu.

Burung-burung itu dengan kepala dari rajawali dan tubuh dari burung unta lebih cepat daripada kuda dan lebih besar daripada banteng.

Mereka menyerang tanpa tanda-tanda melambat.

“Hey, crusader ke sini lah! Kau bukan pengawal, jadi kembalilah!”

Seorang pria yang terlihat seperti warrior berkata.

Tapi Darkness tidak berhenti.

“Hey! Monster-monster itu menuju tepat ke arah crusader itu…! itu ‘umpan’! Crusader bisa menggunakan skill untuk memikat keagresifan musuh! Crusader itu bukanlah pengawal, tapi dia terus menarik semua musuh menuju ke arahnya!”

Seorang pria pemanah berkata.

–Aku minta maaf. Dia tidak menggunakan skill apapun. Aku minta maaf lagi.

“Nah, crusader itu tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mundur saat berhadapan dengan begitu banyak musuh! Sa-sangat keren…! betapa…, betapa beraninya…!”

Beberapa penyihir perempuan berkomentar.

–Aku minta maaf. Aku pikir dia melakukan sesuatu dengan alasan yang sangat berbeda. Aku minta maaf.

Selagi Darkness berjalan ke depan dengan wajah yang tersipu penuh dengan kegembiraan, seorang petualang dengan pakaian pencuri menangkap Darkness dengan tali!

“Bagaimana bisa aku membiarkan pelanggan yang bayar yang bahkan tidak menerima bayaran untuk menjadi pengawal menghadapi hal berbahaya! Aku akan membantu, terima ini— Bind!”

“Apa!?”

Darkness yang langsung bereaksi saat dia mendengar itu.

Aku mendengar Chris menyebutkan skill ini sebelumnya.

Skill dari pencuri ‘Bind’.

Saat Darkness dan Chris berpetualang bersama, mereka menggunakan taktik untuk Chris yang menggunakan skill ini kepada musuh dan Darkness menyerang musuh yang sudah tidak bisa bergerak.

Ahh, aku mengerti.

Itulah alasan kenapa Darkness yang ceroboh bisa bergerak secepat itu setelah mendengar nama skill itu.

Darkness menuju ke arah Rajawelang di depannya… itu tidak terjadi.

Melainkan, dia tampaknya melindungi Rajawelang itu dari pencuri yang menargetkannya—

Dan dengan senang berlari ke tempat antara pria dan Rajawelang itu.

Darkness yang langsung terikat oleh tali dan terlihat seperti kepompong, menggeliat di tanah.

Dengan wajah merah dan suara yang bernafsu, Darkness berteriak ke arah pencuri yang terkaku.

“Uguu!? Betapa memalukannya! Untuk diikat di depan musuh! Jika ini terus berlanjut…! aku akan diinjak oleh kumpulan monster itu!”

–Aku minta maaf. Aku sangat minta maaf untuk si mesum milik kami ini.

Monster-monster itu membuat awan debu selagi mereka menuju ke arah Darkness yang sedang terbaring di tanah.

Pria yang terlihat seperti pencuri berteriak kesakitan selagi dia melihat ke arah Darkness.

“Mungkinkah, dia takut aku akan ditargetkan oleh monster karena skill-ku, jadi dia menerima Bind di tempat dari monster!? Maafkan aku! Aku ingin membantumu tapi aku malah menjadi penghalang, maafkan aku!”

–Aku minta maaf! Aku minta maaf untuk temanku ini! Sungguh, aku sangat minta maaf!

Part 7


–Chicken Race.

Ini adalah permainan kecepatan yang mengetes keberanian saat kecepatannya yang sangat berbahaya mendekat ke jurang atau penghalang dan menghindarinya disaat-saat paling terakhir.

Dan sekarang, penghalang yang dipilih untuk permainan berbahaya ini adalah—

“Kazuma, Kazuma! Itu datang! Salah satunya ada yang tinggi! Ini waktunya! Ahhhh, mereka akan menabrak!”

Anggota tubuh Darkness terikat.

Rajawelang pelari menuju ke arah Darkness dengan menundukkan kepalanya…!

Saat kau berpikir mereka akan menabrakmu, mereka akan melompat di atas Darkness dengan dada mereka mengarah ke langit seperti pelompat tinggi.

Lalu mereka akan mulai lari lagi dengan santai dan melewatiku dan petualang lain.

Ada banyak lagi yang menuju ke arah Darkness, tapi mereka akan melompat dengan lurus ke atas, melakukan lompatan split atau bahkan salto di atas Darkness disaat-saat sebelum menabrak.

“Kazuma! Apa ini bagian dari permainan kegelisahan!? Kesampingkan situasi berbahaya ini…! apa yang terjadi, para pejantan yang bernafsu melompat di atasku satu per satu…!”

“Hey tutup mulutmu, ada orang lain yang menonton!”

Aqua di sampingku membusungkan dadanya ekspresi gembira, seakan-akan dia mengatakan ‘terpujalah aku’.

“Baiklah baiklah, okay. Aku akan bertukar tempat denganmu setelah ini berakhir.”

Saat dia mendengarku mengatakan itu, Aqua mengepalkan tangannya dan bersorak.

Aku membuatnya merapal sihir buff yang akan meningkatkan keberuntungan Darkness untuk beberapa waktu, Blessing.

Darkness yang menggeliat secara gelisah memiliki keberuntungan bagus berkat sihir itu, jadi dia tidak akan ditabrak untuk sekarang.

Disaat yang bersamaan, petualang yang mengawal mulai bergerak.

“Sihir! Musuhnya bergerak cepat, jadi gunakan sihir!”

Dalam merespon kata-kata itu, para penyihir mulai merapal sihir bersamaan…!

“Lightning!”

“Blade of Wind!”

“Fire Ball!”

Sihirnya melayang secara acak saat mengarah ke monster itu.

Rajawelang yang terkena sihir menjaga kecepatannya meskipun mereka kehilangan kesadaran mereka, berjatuhan ke kereta kuda dan para petualang satu per satu.

Mereka sudah mencapai kecepatan tertentu, jadi mengalahkan mereka yang tubuhnya tidak berhenti karena inersia, mereka tidak mudah dihentikan

Para petualang dan kereta kuda bertabrakan dengan Rajawelang yang cepat, menyebabkan kerusakan serius.

Rajawelang yang selamat yang melompat di atas Darkness tidak memelankan kecepatannya dan berbalik.

Apa yang mereka rencanakan!

Saat aku melihat itu— Darkness yang menggeliat menjadi target oleh para monster.

… Melihat ke arahnya, muncul ide di dalam kepalaku.

“Paman, apa ada apapun seperti jurang di sekitar sini!?”

Aku memegang si pengemudi yang melihat dengan tatapan kosong dan bertanya padanya.

Aku ingin menggunakan Darkness sebagai umpan untuk memancing para monster menuju kekematian mereka.

Dengan menggantung Darkness sebelum jurang jadi dia tidak akan jatuh.

Dengan itu, setelah mereka melompat di atas Darkness, mereka akan jatuh ke jurang satu per satu…!

“Tidak ada, tidak ada jurang di sekitar sini… disamping goa besar yang sebagai pelindung dari hujan yang tiba-tiba, tidak apapun di sekitar sini.”

Saat aku mendengar jawaban si paman, aku pikir hal itu akan berjalan dengan mulus—

… Goa besar.

“Paman, apa goa besarnya dekat!? Jika iya, bawa kereta kuda ke sana! Megumin, Aqua, ayo naik!”

Aku memberi intruksi kepada orang di sampingku dan berlari menuju Darkness.

Selagi aku berusaha untuk melepaskan tali Darkness…!

“!? Hey apa-apaan ini, tidak ada simpulnya!? Betapa konyolnya?!”

Aku ingin melepaskan tali itu tapi tidak ada simpulnya…!

Aku berbalik ke pria yang merapal Bind kepada Darkness.

“Maaf! Sekali Bind itu dirapal, itu tidak akan bisa dilepas sebelum batas waktu efeknya berakhir! Kau hanya bisa memotong talinya satu per satu dengan sesuatu seperti pisau…!”

Hey, apa kau bercanda?

Aku berbalik melihat ke arah Rajawelang pelari, monster utamanya sudah menuju ke arah sini.

Tidak ada waktu!

“Kazuma! Aku tidak tahu apa yang kau rencanakan, tapi jangan pikirkan aku, bawalah aku denganmu! Tali ini cukup kuat, ini lebih cepat dibanding memotongnya satu per satu! Ini darurat, jangan buang-buang waktu!”

“Itu benar, tapi aku tidak ingin kau yang membuat kekacauan memberitahuku hal itu!”

Aku menyeret Darkness yang berat bersama denganku dan bergerak menuju ke kereta kuda yang siap untuk berjalan.

“Ada Rajawelang di sana!”

Seseorang memperingati kami.

Disaat yang sama, aku mendengar suara sihir ledakan beturut-turut.

Abaikan suara ini, aku mencoba untuk naik ke kereta kuda…

“Hey, apa yang harus kita lakukan sekarang! Kau terlalu berat, aku tidak bisa mengangkatmu ke atas kereta kuda sendirian!”

“Ja-jangan mengatakan bahwa aku berat, itu armor-ku yang berat! Ikat saja aku ke kereta kuda dengan tali dan seret aku dengan itu! Mau bagaimana lagi, ini darurat! Jangan menahan, tidak ada cara lain!”

Si mesum Lalatina memberi pendapat dengan mata yang berharap.

“Hey, gunakan tali ini! Maaf telah merepotkanmu!”

Seseorang yang melemparkan tali adalah pencuri yang mengikat Darkness.

Aku seharusnya seseorang yang meminta maaf dalam berbagai hal untuk si mesum kami ini.

Aku menggunakan tali itu untuk mengikat Darkness ke kereta kuda…!

“Pelanggan, kita harus pergi sekarang! Kereta kudanya akan hancur!”

Aku berteriak kepada paman pengemudi yang bersuara gelisah.

“Baiklah, berangkat paman! Darkness, beritahu aku jika itu memang terlalu kencang! Aku akan segera melepaskan talinya!”

Darkness yang melihat tentang apa yang akan terjadi kepadanya nanti menggeliat dengan wajah yang tersipu selagi diikat, tidak bisa mendengar apa yang kukatakan lagi.

“Ahhh… aku akan diseret oleh kuda selagi diikat dengan tali…! Dan para pejantan mengejarku selagi aku seperti ini…!”

Mungkin dia akan lebih senang jika aku meninggalkannya dengan seluruh tubuhnya yang terikat.

Kereta kudanya mulai berjalan dengan menyeret Darkness.

“Nah Kazuma, Darkness, dia–! Aku tahu Kazuma itu buruk, tapi ini terlalu berlebihan!”

“Ini… sudah terlalu berlebihan…”

“Tidak, tidak! Ini bukan ideku, tapi Darkness, dia…!”

Selagi mereka berdua menatapku menuduhku setelah aku naik ke kereta kuda, pengemudinya berteriak serak.

“Pelanggan, apa yang harus aku lakukan! Mereka menuju ke sini! Mereka mendekati kita! Ke mana kita harus pergi!?”

Paman pengemudi itu mungkin ingin meninggalkan kita, tapi tidak bisa melakukannya karena dia menerima bayaran perjalanannya dari kami, ini pasti berat untuk mereka.

“Ke goa besar! Goa besar yang barusan kau katakan!”

Kereta kuda itu berjalan dengan penuh goyangan selagi Rajawelang itu berada beberapa inci di belakang kami.

Mereka memiliki keuntungan dalam kecepatan, oh sekarang, mereka akan…!

“Bottomless Swamp!”

Suara yang jelas keluar dari dalam kereta kuda.

Disaat yang sama, rawa yang besar muncul di antara Rajawelang dan kereta kuda itu.

Salah satu yang memimpin gerombolan itu jatuh, kakinya tenggelam ke dalam.

Itu adalah Wiz.

Melihat kereta kuda itu ingin terkejar, dia menggunakan sihir untuk menghalangi kemajuan mereka.

Namun, monster-monster di sekitar rawa melanjutkan mengejar kami.

Kumpulan Rajawelang melanjutkan pengejaran, target mereka adalah Darkness…!

“Ermm ahh, be-betapa memalukannya–! Armor-ku berdenting keras! Ahh, pakaianku robek, semuanya compang-camping tidak seperti bangsawan manapun…! Ja-jangan melihat! Jangan melihat Kazuma, berhenti melihat pakaian dan penampilanku yang compang-camping ahhh!”

Darkness yang pipinya memerah terus mengatakan ‘jangan melihat’, tapi dia terlihat sangat senang.

Dia akan menatap ke arah kami dari waktu ke waktu, dan wajahnya akan berubah menjadi merah saat dia melihat tatapan semua orang.

Seekor macan tutul yang tidak bisa merubah tutulnya.

Bahkan saat tubuhnya dimanipulasi, dia tetap meminta Megumin untuk menyerangnya bersama Vanir. Kemana temanku yang keren dan berani menghilang?

“Heal! Heal!”

Aqua di sampingku sibuk dengan dirinya sendiri yang merapal sihir penyembuh kepada Darkness yang diseret.

“Kazuma! Aku bisa melihat goanya! Aku siap merapal sihir kapanpun!”

“Baiklah, tunggu isyarat dariku!”

Di dalam kereta kuda yang bergoyang karena kecepatannya.

Aku memberi instruksi kepada Megumin selagi menarik anak panah pada panahku…!

“Paman, hentikan kereta kudanya saat kau melihat goanya! Aqua, beri aku sihir buff untuk kekuatan!… Snipe snipe snipe!”

Aku menahan tubuhku keluar jendela kereta kuda dan terus menembak ke arah Rajawelang yang mendekat.

Semua panah menancap ke kepala Rajawelang berkat skill-ku.

Melihat jenis mereka sendiri jatuh di depan mereka, para Rajawelang melebarkan sayap mereka dan menggaok keras selagi mereka lari!

“Piihyororororororooo!”

Aku melihat Rajawelang pelari.

Pertanyaan di mana unsur dari elangnya telah terjawab dan aku merasa puas. Pengemudinya berteriak dengan kencang saat ini.

“Pelanggan, kita sampai di depan goa! Tidak ada yang ke sana kecuali hujan, jadi kau bisa masuk!… Aku akan mengerem, peganglah sesuatu!”

Selagi semua orang berpegangan dengan sesuatu, kereta kudanya mengerem dengan keras di samping pintu masuk goa.

Rajawelang-nya tepat di belakang kami.

Meskipun kami berhenti, mereka tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti.

Tidak hanya itu, mereka berlari semakin cepat setelah terserang.

–Menggunakan kekuatanku yang telah ditingkatkan oleh buff Aqua, aku turun dari kereta kuda dan memegang tali yang mengikat Darkness ke kereta kuda. Aku melempar Darkness seakan-akan aku melakukan olahraga lempar martil, melemparnya ke depan jalan masuk goa!

“Ahhh!? Bagus, seperti pelayanan yang luar biasa! Seperti yang diduga dari Kazuma! Setelah menyeretku dengan kuda, kau sekarang melemparku sebagai umpan untuk monster ugh…!?”

Darkness menjadi tenang setelah dia terjatuh di depan jalan masuk goa.

Disaat yang sama…!

“Pihyorororoo”

Dengan teriakan melengking mereka, Rajawelang pelari menuju ke arah Darkness.

Kepala mereka hampir menyentuh tanah, dan melompat disaat sebelum mereka akan bertabrakan dengan Darkness.

Melompat gaya guling, melompat gaya fosbury flop, melompat gaya guling sisi dan bahkan melompat gaya gunting.

Para Rajawelang pelari melompat di atas Darkness seperti hembusan angin dan masuk ke dalam goa.

Dalam waktu singkat, seluruh kawanan itu masuk ke dalam goa. Secara cepat yang terakhir masuk ke dalam goa.

“Megumin! Sekarang!”

Aku menarik tali yang terhubung dengan Darkness, menariknya sejauh mungkin dari goa dan memberi perintah kepada Megumin yang selesai merapal sihirnya.

“Explosion–!!”

Setelah menerima perintah, Megumin merapal sihir explosion yang sangat efektif ke goa itu.

Cahaya kilat dari ujung tongkatnya terlihat mengejar monster ke dalam goa dan tertelan ke dalam kegelapan goa…!

Dan bukit kecil meledak bersamaan dengan goa itu dengan suara dentuman.

Part 8


Sore hari, setelah matahari sudah terbenam.

Orang-orang karavan dan kami menyalakan beberapa api unggun.

Kereta kuda membentuk lingkaran di sekitar api seperti barikade.

Aku dengar dengan penempatan seperti itu bisa menahan angin dan membentuk sebagai tembok untuk menahan monster yang menyerang mereka.

Meskipun itu akan membutuhkan beberapa waktu untuk kereta kudanya berjalan lagi, lagipula itu hampir mustahil untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta kuda dalam kegelapan karena berbahaya.

Dengan pertimbangan itu, ini formasi yang beralasan.

“Sini makan lagi! Layani dirimu sendiri! Ini daging kualitas tinggi!”

Seseorang yang menawarkan daging panggang dari beberapa macam adalah paman yang memimpin karavan ini.

Penampilan utama kami dalam membunuh Rajawelang saat siang hari entah mengapa membuat kami sangat populer.

Saat ini, aku terlalu takut untuk mengatakan bahwa mereka ditarik oleh crusader kami.

Oleh karena itu, aku merasa sedikit bersalah, tapi aku tetap menerima keramahannya, tapi…

“Ngomong-ngomong, itu sangat bagus! Untuk memikirkan kita punya arch wizard yang bisa menggunakan explosion dengan kita…! dan arch priest yang bisa menyembuhkan banyak korban dengan mudahnya. Dan crusader pemberani yang tidak mundur selangkahpun dihadapan Rajawelang pelari dan mengatasi mereka semua…! Wanita yang membuat rawa dengan sihir level tinggi dengan secara instan! Pada akhirnya, pertimbangan bijakmu untuk memancing musuh ke dalam goa untuk memusnahkan mereka semua! Sempurna!”

Aku tidak ingin mendengarnya lagi.

Yang sebenarnya bukanlah seperti itu, semuanya adalah salah kami.

“Tidak tidak tidak, itu hanya kebetulan. Erm… aku sudah mengatakan itu berkali-kali, kami tidak perlu dibayar untuk tugas mengawal…”

“Apa yang kau katakan, kau salah satu yang paling mengalahkan Rajawelang itu!”

Itu benar. Dia mengatakan tentang memberi kami bayaran sebagai pengawal.

“Tidak tidak tidak, sungguh! Aku bersungguh-sungguh! Sebagai petualang, itu normal untuk bergabung ke dalam pertarungan dalam situasi seperti itu! Tidak perlu! Kami sungguh tidak bisa menerima ini!”

Aku mencoba yang terbaik untuk menolak tawarannya.

Ini seperti memperbaiki pertandingannya. Aku tidak cukup bermuka tebal untuk menerima hadiahnya dengan sangat mudah.

Tapi entah mengapa pemimpin ini gemetar karena perasaan bersyukur.

“… Betapa hebatnya kalian semua! Mataku telah terbuka, untuk memikirkan dunia yang keras seperti ini masih ada petualang seperti kalian!”

… Dan dia mengatakan itu.

Untuk menghindari menjadi terbuka, aku lebih baik untuk tidak terlalu banyak bicara dengan orang ini.

Aqua pergi ke api unggun lain untuk menunjukkan trik pestanya dan mendapatkan wine dari mereka.

Untuk alasan yang tidak diketahui, Wiz diseret bersama oleh Aqua.

Darkness yang dilempar sebelumnya ke jalan masuk goa sebagai umpan terkena ledakan explosion dari jalan masuk goa dan armor-nya telah compang-camping.

Dia bertahan dengan luka yang ringan, tapi itu telah disembuhkan oleh Aqua.

Sekarang dia di sampingku melihat dengan intens ke arah armor-nya yang sedang diperbaiki.

Orang yang memperbaiki armor-nya adalah aku.

Aku tidak pernah membayangkan skill crafting-ku yang aku pelajari untuk menciptakan barang daganganku berguna dengan cara seperti ini.

Megumin juga menontonku memperbaiki armor.

Ini pekerjaan yang tidak menarik dan membosankan, aku tidak tahu kenapa mereka menontonku dengan sangat tertarik…

Bagian peot dari armor perlu dilepas material di dalamnya yang menyerap benturannya, dan lalu mengetoknya dari dalam untuk meratakannya. Setelah itu, baretnya akan dihilangkan dengan amplas.

Akhirnya, penyerap benturan akan dijahit kembali…

“Ini susah untuk melakukan ini saat kalian menatapiku seperti itu…”

Megumin membalas:

“Tidak, aku pikir perbaikanmu sempurna. Aku pikir kau bisa membuat kehidupan sebagai pandai besi.”

“… Hmmm, itu terasa hebat melihat armor-ku diperbaiki tepat di depan mataku.”

Melanjutkan setelah Megumin berkata dengan matanya yang berkilau.

–Ada lebih dari 10 kereta kuda dan juga karavan dengan banyak orang.

Beberapa lusin orang yang berkemah di bawah bintang dan mengobrol di sekitar api unggun, pemandangan langsung dari dunia fantasi.

Aqua si api unggun sedang berbaur tiba-tiba di dalam kegaduhan.

Aku melihat ke sana dengan penasaran, dia tampaknya menunjukkan beberapa trik terbaik.

Aqua diperlakukan seperti tamu terhormat—

“Sekali lagi! Aqua-sama, mohon lakukan lagi sekali lagi!”

“Jika kau ingin uang aku akan membayar! Mohon tunjukkan sekali lagi!”

Orang-orang di dalam karavan terus mengatakan itu.

Dapatkah gadis ini bertahan hidup dengan dari itu?

Orang-orang di dalam karavan tampaknya datang dari kota yang jauh untuk melakukan bisnis di sini.

… Aku mengerti sekarang. Mereka tidak tahu tentang anggota hina kami.

Jika warga kota yang mengenal kami dengan baik mempelajari tentang insiden ini, mereka mungkin akan mengatakan ‘jadi kalian membuat masalah lagi’.

… Aku merasa ngantuk.

Kami bukanlah pengawal, jadi kami tidak perlu bertugas jaga.

Aku memberitahu mereka aku ingin istirahat untuk malam hari.

“… Baiklah. Tidak apa-apa untuk tidur, tapi mohon bersiaplah untuk bangun kapanpun.”

Aku tidak tahu kenapa, tapi Megumin tersenyum secara tidak terang-terangan selagi dia mengatakan itu.

–Tengah malam.

Aku terbangun setelah mendengar beberapa suara.

Seseorang sedang bertugas jaga, tapi mereka tidak terlihat menyadari suara ini.

Melihat ke samping, aku melihat teman-temanku tertidur di depan api unggun.

Aku tidak melihat Aqua dan Darkness, tapi Megumin dan Wiz masih tertidur.

Aku merasakan perasaan buruk tentang ini.

Suara redup bisa terdengar di luar dari barikade kereta kuda.

Itu akan lebih baik untuk membangunkan semua orang.

“Hey, bangun Megumin. Wiz juga, ada sesuatu yang aneh.”

Aku menggoyangkan bahu Megumin.

Tapi Megumin mengiler dan tidur nyenyak.

“… Hey. Megumin, Wiz, bangun. Jika kalian tidak bangun, aku akan melakukan sesuatu yang akan membuat kalian terlalu malu untuk melihat wajahku untuk beberapa hari. Aku tidak peduli dan tidak masalah jika kalian tidak bangun. Tapi dengan alasan untuk membangunkan kalian, aku tidak akan menahannnya. Bisakah kalian untuk tidak bangun? Okeh?”

“Bagaimana itu bisa jadi okeh. Apa yang kau rencanakan!”

“Uwahhh!”

Aku melompat karena suara yang datang dari belakangku.

Jantungku hampir keluar dari mulutku!

“Hey Darkness, jangan takuti aku seperti itu. Beritahu aku jika kau sudah bangun. Tunggu sesaat dan kau akan menyaksikan sesuatu yang luar biasa terjadi di depanmu.”

Darkness yang seharusnya tidur di dekatku seperti yang Megumin katakan:

“… Jadi kau sungguh berencana untuk melakukan sesuatu. Tidak, kesampingkan itu…”

Darkness memelankan suaranya dan melihat sekeliling dengan berhati-hati.

Sekarang dia terlihat seperti petualang terhormat, crusader mesum yang aku lihat saat siang hari hilang entah kemana.

… Oh?

Aku merasakan sesuatu. Skill deteksi musuhku bereaksi.

Orang yang berjaga adalah pencuri seperti petualang dengan kami saat siang hari.

Skill pendeteksi musuhnya mungkin bereaksi juga dan dia berteriak.

“Hey, sesuatu datang! Semuanya bangunlah!”

Saat mereka mendengar suaranya petualang dan kumpulan karavan terbangun dengan kaget.

Menggunakan skill farsight-ku, aku memperhatikan kereta kuda di dalam kegelapan dan menemukan sosok menggeliat yang banyak sekali.

… Apa itu, manusia? Tapi pergerakkan mereka terlalu kaku untuk manusia.

“Hey, ada banyak mereka! Bentuk mereka seperti manusia tapi gerakannya terlalu lambat!”

Orang-orang yang mendengarku berteriak menyalakan ujung obor mereka dengan api unggun untuk menerangi di luar kereta kuda.

Sesuatu itu menggeliat di bawah cahaya dari obor…

Dengan daging yang membusuk yang membuat bulu kudukmu berdiri…

–Kami bisa memberitahu dengan pertama kali melihat kumpulan monster undead itu, zombie-san.

“Wahhhh” x3

Saat mereka melihat kejadian yang berdampak melalui cahaya dari obor, semua orang berteriak… termasuk aku.

Darkness yang melepas armor-nya mengambil pedang besar di sampingnya dan berdiri.

Aku memberikan Megumin yang masih tertidur tanpa peduli sama sekali kepada Darkness dan berkata.

“Jagalah dia! Aku akan membawa Aqua ke sini, ini saatnya untuk dia bersinar!”

Biarkan kami lunasi hutang kami dari karavan saat siang hari dengan diam-diam.

Banyak orang terluka karena Rajawelang yang Darkness tarik dan kereta kudanya terkena juga.

Aku terlalu malu untuk memberitahu mereka bahwa insiden sebelumnya adalah salah kami, jadi ayo gunakan kesempatan ini untuk membersihkan itu.

Aku mencari Aqua dan mencari di sekitar area…!

“Wahhhh! Apa yang terjadi!? Kenapa aku dikelilingi oleh undead saat aku bangun!? Kazuma-san! Kazuma-sama!!”

Aku mencari ke sumber suara dan melihat Aqua yang bersandar ke kereta kuda dan dikepung oleh para zombie.

Hmm… hey tunggu, mungkinkah…

“Menyerangku saat aku tertidur, betapa beraninya kau undead! Jiwa yang tersesat, mohon beristirahatlah— Turn Undead!”

Dengan teriakan Aqua, cahaya putih hangat menyebar.

Orang-orang di sekitar kami gempar saat mereka melihat itu.

Saat mereka terkena cahaya yang dikeluarkan oleh Aqua, kumpulan zombie itu termurnikan dan menghilang…

Seseorang yang menyaksikan kejadian ini mulai bersorak.

Tapi melihat kejadian ini memenuhi hatiku dengan perasaan tertentu.

–Perasaan bersalah.

“Ah fu hahaha, kalian termasuk yang tidak beruntung untuk muncul selagi ada wanita ini di sini! Aku akan memurnikan kalian semua dari kepala hingga ke jari kaki!”

Dengan kepalanya yang diangkat tinggi, dadanya yang membusung dan diterangi oleh cahaya dari api unggun, dia terlihat seperti dewi yang membimbing jiwa yang tersesat ke surga.

Aku bergumam selagi aku menonton.

“… Ma-maaf…”

Melihat Aqua memurnikan zombie itu, kerumunan memastikan kemenangannya dan memuji Aqua.

“Priest yang cantik…! Dia seperti dewi!!”

“Ahh, zombie itu dimurnikan satu per satu…! Wanita ini rekan dari crusader yang melindungi kami saat siang hari…!”

Aku minta maaf, aku minta maaf.

Semua rekanku sangat disesali.

“ini langka untuk zombie menyerang, tapi ini hebat karena arch priest-sama ada di sini!”

Maafkan aku, jika dewi itu tidak di sini, mungkin tidak akan ada zombie yang berkumpul di sini.

“Sangat mudah~ bagaimana Kazuma? Aku contoh dewi kan! Aku aktif melakukan sesuatu selagi perjalanan ini kan? Ini hanya masalah waktu kau memberiku satu atau dua persembahan!”

Apa boleh buat karena tipe tubuhnya yang menarik undead, tapi aku tetap merasa seperti ingin menghajar gadis ini yang semakin mendekatiku dengan wajah angkuh.

“Ahhh!! Bertahanlah Wiz! Seseorang, Wiz, dia…!”

Aku pikir aku mendengar suara panik dari Darknness. Tapi saat ini, pemimpin dari karavan mendatangi ke depan kami berdua.

“Ara, kalian menyelamatkan kami lagi! Aku harus memberi kalian hadiah kali ini!”

Aku minta maaf, tapi aku benar-benar tidak bisa menerimanya!



You may like these posts

Komentar

  1. To insert a code use <i rel="pre">code_here</i>
  2. To insert a quote use <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. To insert a picture use <i rel="image">url_image_here</i>
Tinggalkan komentar sesuai topik tulisan, komentar dengan link aktif tidak akan ditampilkan.
Admin dan penulis blog mempunyai hak untuk menampilkan, menghapus, menandai spam, pada komentar yang dikirim